PosKupang/

Andre Koreh Jamin Dinas PU NTT Siagakan Alat Ini di Setiap Daerah Rawan Bencana

Dia menjelaskan daerah dengan curah hujan tertinggi berpotensi terjadi longsor, seperti ruas jalan negara yang

Andre Koreh Jamin Dinas PU NTT Siagakan Alat Ini di Setiap Daerah Rawan Bencana
POS KUPANG/FERRY NDOEN
Ir. Andre W Koreh, MT 

POS KUPANG.COM- Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Nusa Tenggara Timur menyiagakan alat berat di daerah rawan bencana alam, seperti banjir dan tanah longsor agar bisa dilakukan penanganan secara cepat jika terjadi musibah.

"Ada sejumlah lokasi rawan banjir dan longsor menjadi perhatian serius Dinas PU bersama instansi terkait sebagai langkah antisipasi di musim hujan," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Nusa Tenggara Timur Andre W Koreh di Kupang, Selasa (5/12/2017).

Dia menjelaskan daerah dengan curah hujan tertinggi berpotensi terjadi longsor, seperti ruas jalan negara yang menghubungkan Ende dengan Maumere dan Kota Kupang dengan ruas jalan menuju Kota SoE serta ruas jalan dari Kupang menuju Kefamenanu, ibu kota Kabupaten Timor Tengah Utara.

"Untuk atasi bencana banjir dan tanah longsor itu, kita akan ambil dana dari pos tidak terduga," katanya.

Selain di daratan Timor, kata dia, titik rawan longsor juga terjadi di Pulau Flores dan pulau lainnya di NTT. Sejumlah titik pada ruas jalan negara di Flores yang sering dilanda longsor sudah dalam pengamatan Dinas Pekerjaan Umum kabupaten, termasuk menyiapkan peralatan berat.

Dengan begitu, katanya, ketika terjadi longsor, petugas langsung bergerak ke lokasi kejadian untuk melakukan penggusuran material. sehingga arus transportasi kembali berjalan normal.

Dia juga menyebutkan 94 sungai yang tersebar di 21 kabupaten dan satu kota di NTT berisiko tinggi dilanda bencana banjir pada musim hujan tahun ini.

Terkait dengan hal itu, pihaknya sedang memantau sungai-sungai tersebut, termasuk menyiapkan peralatan berat sehingga sewaktu-waktu terjadi bencana banjir dan longsor, cepat ditangani.

"Kita antisipasi karena jika terjadi banjir, penduduk yang bermukim di dekat bantaran sungai pasti terkena dampak dari bencana itu," katanya.

Dia mengatakan banjir diprediksi terjadi di Sungai Benanain yang membelah tiga kabupaten di Pulau Timor, yakni Kabupaten Belu, Timor Tengah Selatan, dan Timor Tengah Utara.

Setiap musim hujan, ujarnya, air Sungai Benanain meluap dan menggenangi ribuan rumah penduduk di lima kecamatan di wilayah Kabupaten Malaka.

Banjir di Sungai Noelmina yang membelah Kabupaten Kupang dan Timor Tengah Selatan selalu menggenangi areal persawahan warga serta rumah penduduk di dua wilayah tersebut.

Editor: Putra
Sumber: Antara
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help