Cuaca Ekstrem, Kapal Patroli KRI Sibarau 847 Tenggelam di Perairan Selat Malaka

Dari informasi di lapangan, kejadian berawal saat KRI Sibarau berlayar di perairan Tanjung Tiram pada 29 November lalu.

Cuaca Ekstrem, Kapal Patroli KRI Sibarau 847 Tenggelam di Perairan Selat Malaka
ANTARA FOTO/Idhad Zakaria
Pengamanan Perairan Nusakambangan Personel TNI AL melakukan proses pendaratan KRI Lambung Mangkurat, di Dermaga I, Pelabuhan Tanjung Intan, Cilacap, Jateng, Senin (9/3). KRI Diponegoro dan KRI Lambung mangkurat, melakukan operasi Perisai Nusa, yaitu operasi pengamanan perbatasan dengan wilayah perairan Cilacap hingga perairan sebelah selatan Denpasar. 

POS-KUPANG.COM | MEDAN - Kapal patroli TNI Angkatan Laut, KRI Sibarau 847 tenggelam di perairan Selat Malaka, Sumatera Utara.

Menurut informasi, tenggelamnya kapal karena cuaca buruk hingga membuat lambung kapal bocor.

Kepala Dinas Penerangan Lantamal I Belawan, Mayor Mar Jayusman yang dikonfirmasi Tribun Medan tak banyak memberikan keterangan.

Dia mengatakan tenggelamnya kapal akibat cuaca buruk.

"Akibat cuaca buruk pak," jawab Mayor Jayusman, Sabtu (2/12/2017).

Ia mengatakan, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Semua awak kapal selamat.

Dari informasi di lapangan, kejadian berawal saat KRI Sibarau berlayar di perairan Tanjung Tiram pada 29 November lalu.

Saat berada di posisi 03.45.38 U - 098.57.55 T, kapal mengalami mati listrik karena cuaca yang sangat buruk.

Mendapat laporan itu, sejumlah kapal termasuk SAR KAL Siba datang berusaha memberikan pertolongan.

Namun upaya gagal. Pompa Alkon di KRI Sibarau tidak berfungsi.

Buruknya cuaca membuat KRI Sibarau terombang-ambing di tengah lautan.

Sejumlah awak kapal menyelamatkan diri ke kapal lain yang datang ke lokasi.

Pada pukul 21.00 WIB saat kejadian, KRI Sibarau akhirnya tenggelam. Sekitar sembilan orang awak kapal menyelamatkan diri ke atas KAL Siba.

"Informasi lanjut nanti akan disampaikan oleh Kadipenal pusat. Hanya itu saja yang bisa kami sampaikan sejauh ini," ungkap Jayusman. (Tribun Medan/Array Anarcho)

Editor: Alfons Nedabang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved