Seorang Jenderal Penjahat Perang Kroasia Tewas Usai Tenggak Racun di Ruang Sidang

Slobodan Praljak, seorang jenderal penjahat perang Bosnia-Kroasia, tewas setelah minum racun secara dramatis di ruang sidang.

Seorang Jenderal Penjahat Perang Kroasia Tewas Usai Tenggak Racun di Ruang Sidang
ISTIMEWA
Slobodan Prajalk nekat menenggak racun di ruang sidang di Den Haag, Belanda.

POS-KUPANG.COM - Slobodan Praljak, seorang jenderal penjahat perang Bosnia-Kroasia, tewas setelah minum racun secara dramatis di ruang sidang.

Ia bunuh diri usai dijatuhi hukuman 20 tahun penjara oleh Pengadilan Kriminal Internasional bagi bekas Yugoslavia di Den Haag, Belanda, Kamis (30/11/2017) waktu setempat.

Menurut agen berita pemerintah Kroasia HINA, pria berusia 72 tahun itu meninggal di rumah sakit setelah menenggak cairan dari sebuah botol cokelat saat sidang berlangsung.

Tidak dijelaskan bagaimana Praljak mendapatkan botol berisi racun tersebut. 

Setelah hakim menjatuhi hukuman penjara 20 tahun, Praljak berteriak marah. Mantan komandan militer dari sebuah wilayah pecahan Bosnia-Kroasia itu berteriak, “Praljak bukan seorang kriminal. Saya menolak keputusan Anda!"

Praljak kemudian mengangkat botol cokelat kecil ke arah bibirnya dan menenggak cairan yang ada di dalamnya dengan pandangan penuh dari kamera yang merekam sidang banding untuk enam pemimpin politik dan militer Bosnia-Kroasia.

Sidang kemudian segera dihentikan saat pengacara Praljak berteriak, “Klien saya mengatakan bahwa dia telah minum racun.” 

Praljak langsung dilarikan ke rumah sakit namun nyawanya tak tertolong.

Melanjutkan sidang beberapa jam kemudian di tengah kebingungan, hakim ketua Carmel Agius mengungkapkan bahwa pihak berwenang Belanda telah melancarkan penyelidikan terhadap insiden tersebut.

“Ruang sidang sekarang adalah sebuah tempat kejadian perkara,” kata Agius.

Meski demikian, Agius tidak memberikan rincian tentang apa yang telah terjadi kepada Praljak, kecuali mengatakan bahwa sang penjahat tidak sedang berada di pengadilan.

Pejabat pengadilan pun enggan berkomentar mengenai apa yang telah terjadi.

Namun, sebelumnya, jurnalis AFP telah melihat sebuah ambulans tiba di luar pengadilan Den Haag dan beberapa petugas penyelamatan darurat bergegas memasuki gedung seraya membawa ransel. (*)

Editor: Agustinus Sape
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved