Puskesmas Danga Temukan Lagi Pasien DBD

Puskesmas Danga-Mbay, Selasa (28/11/2017), menemukan dua orang penderita demam berdarah dengue (DBD).

Puskesmas Danga Temukan Lagi Pasien DBD
Pos Kupang/ant
Pemberantasan DBD. Petugas dari Dinas Keehatan Kota Denpasar melakukan pengasapan (foging) sarang nyamuk di Kelurahan Dangin Puri Kaja, Kota Denpasar, Sabtu (30/7/2016). Pegasapan tersebut dilakukan akibat wabah Demam berdarah dengue (DBD) yang terus merebak sehingga menyebabkan 30 orang meninggal periode bulan Januari-April 2016 dari 6.812 kasus DBD yang terjadi di Bali. (ANTARA/Wira Suryantala)

Laporan Wartawan Pos-Kupang.com, Adiana Ahmad

POS-KUPANG.COM | MBAY - Puskesmas Danga-Mbay, Selasa (28/11/2017), menemukan dua orang penderita demam berdarah dengue (DBD). Dua orang penderita berasal dari satu keluarga.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Magekeo, drg.Elya Dewi di Mbay, Selasa (28/11/2017), membenarkan ada pasien baru DBD yang terdeteksi.

Meski demikian, Elya mengatakan, belum ada peningkatan signifikan kasus DBD . "Kasus DBD masih bersifat sporadis. Satu dua kasus,"kata Elya.

Sementara dua penderita DBD sudah dirujuk ke RSUD Bajawa. Satu anggota keluarga lainnya masih dilakukan pemeriksaan darah. Selain penanganan media terhadap penderita, Dinas Kesehatan Kabupaten Nagekeo melalui Puskesmas Danga akan melakukan foging pada lokasi penemuan DBD.

Khusus untuk kediaman penderita DBD di Hobo, Dusun Aloripit yang terdeteksi Selasa (28/11/2017), baru akan dilakukan foging Rabu (29/11/2017) atau Kamis (30/11/2017).

Pasien Periksa Darah di Luar Puskrsmas

Penderita DBD di Mbay terpaksa menjalani pemeriksaan darah di luar fasilitas kesehatan milik pemerintah dengan tarif cukup mahal. Penyebabnya, reagen trombosit atau zat penguji trombosit di Puskesmas Danga habis.

Menurut keluarga pasien, Chairil Anwar, mereka harus mengeluarkan Rp 70.000,00 untuk biaya pemeriksaan darah di sebuah klinik swasta. Kejadian yang sama juga dialami pasien lainnya, Selasa siang. Pasien bersama Yusran itu harus kembali lagi ke rumah karena diminta melakukan test darah di luar puskesmas karena reagon trombosit di Puskesmas habis.

Kondisi ini, menurut Chairil, cukup ironis, mengingat siklus munculnya demam berdarah sudah diprediksi Dinas Kesehatan Kabupaten Nagekeo jauh sebelumnya. (*)

Penulis: Adiana Ahmad
Editor: Agustinus Sape
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help