Perempuan di Bawah Umur Digilir Tujuh Pria

Dugaan pencabulan dan pemerkosaan menimpa HWA (14), anak di bawah umur di Kabupaten Sikka, Pulau Flores

Perempuan di Bawah Umur Digilir Tujuh Pria
KOMPAS
Ilustrasi. 

LLaporan  Wartawan  Pos-Kupang.com, Eginius Mo’a

POS-KUPANG.COM, MAUMERE - Dugaan pencabulan dan pemerkosaan  menimpa HWA (14),  anak  di bawah  umur  di Kabupaten  Sikka, Pulau Flores. Ia  digilir oleh  tujuh pria  sejak  bulan Juli  2015 dan terakhir 15  November  2017.

“Ketujuh  pelaku sudah  ditangkap dan segera  dibawa ke  Mapolres  Sikka  besok,” ujar Kepala Satuan  Reserse dan Kriminal Polres Sikka,  AKP  Andriz Setyawan, S.H, S.IK, mewakili  Kapolres  Sikka, AKBP  I Made Kusuma Jaya,  S.H,S.IK, kepada  Pos-Kupang.com, Selasa  (28/1/2017) malam.

Korban HWA, kata Andriz, warga   Dusun  Gedo, Desa Wolokoli, Kecamatan Bola, mengalami   pencabulan  dan pemerkosaan sejak  di Jalan (turap) Baot Leso, Dusun Gedo,  Desa  Wolokoli.

Informasi  detail,  penyidik  di  Polsek  Bola  masih  sedang menggalinya  lagi  dari  korban,  pelaku dan saksi-saksi.

Andriz menyebut  nama  panggilan dari tujuh terduga yang kini berada di tangan  Polsek Bola. Profesi pelaku juga beragam, ada  yang masih  duduk  di bangku sekolah, petani  dan  pengemudi berasal  dari satu desa.

Ketujuh terduga  itu  yakni  Vk,  Mk, dan Ch masih sekolah.  Pelaku Brth bekerja sebagai petani, sedangkan  Bb dan  Sn bekerja sebagai pengemudi.

"Uraian singkatnya  korban dicabuli dan diperkosa berulang kali sejak Juli  2017.  Kejadian  terakhir  hari  Rabu,  15 November  2017 sekitar  pukul 18.30 Wita,yang kemudian  dilaporkan ke  polisi.  Pelaku Brth diduga menyetubuhi  korban sebanyak  satu kali  di  samping rumah Salem  di  Dusun Gedo,” ujar Andriz. (*)

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Agustinus Sape
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help