PosKupang/

Akses Sanitasi yang Layak di Sekolah, Kondisi NTT Sungguh Mencengangkan

Tampaknya tidak banyak yang tahu bahwa Indonesia merupakan negara dengan jumlah pelaku Buang Air Besar Sembarangan

Akses Sanitasi yang Layak di Sekolah, Kondisi NTT Sungguh Mencengangkan
ilustrasi 

Oleh: Silvia Anastasia Landa, ST, MS

Anggota Divisi Lingkungan Asosiasi Alumni Program Beasiswa Amerika -Indonesia (ALPHA-I), Fasilitator Kelompok Kerja Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (Pokja AMPL) Provinsi NTT

POS KUPANG.COM -- Tanggal 19 November adalah hari toilet sedunia. Sayangnya, isu toilet atau sanitasi tidak menjadi trending topik pada hari itu. Hanya segelintir orang yang membicarakannya, kebanyakan adalah mereka yang bekerja di bidang sanitasi.

Tampaknya tidak banyak yang tahu bahwa Indonesia merupakan negara dengan jumlah pelaku Buang Air Besar Sembarangan (BABS) kedua terbesar di dunia. Bagi sebagian orang, sanitasi masih merupakan urusan "belakang" yang kerap diabaikan.

Sampai saat ini, masalah sanitasi masih belum dipromosikan secara luas. Padahal, para pemimpin dunia yang tergabung dalam PBB menganggap akses sanitasi merupakan salah satu target yang harus dipenuhi tiap negara yang tertuang dalam Sustainable Development Goals (SDGs). Per 2030, menurut milestone SDGs, setiap negara diharapkan telah mampu mewujudkan 100 persen akses sanitasi bagi warganya.

Indonesia meletakkan target pencapaian SDGs itu lebih awal, yaitu akhir tahun 2019, sebagaimana diamanatkan dalam RPJMN 2015 -2019, yang dikenal dengan universal access.

Oleh karena itu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) juga diharapkan akan mampu menyediakan akses sanitasi bagi seluruh warga NTT pada tahun 2019. Indikator utamanya adalah tidak ada lagi warga yang masih melakukan kebiasaan BABS.

Menurut hasil Sensus 2016, NTT berada pada urutan kedua terendah se-Indonesia untuk akses sanitasi layak.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, sampai bulan November 2017, masih ada 188 ribu rumah tangga di NTT yang belum memiliki jamban. Yang lebih disayangkan, kurangnya perhatian akan masalah sanitasi ini juga terjadi di sekolah.

Akses Jamban yang Layak

Halaman
123
Editor: Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help