Sembilan Koperasi di Sumba Timur Terima Bantuan Kapal Motor

Pemerintah pusat membantu nelayan di sembilan koperasi di Sumba Timur. Ini jenis bantuannya

Sembilan Koperasi di Sumba Timur Terima Bantuan Kapal Motor
Pos Kupang/Robert Ropo
Bupati Sumba Timur Gidion Mbilijora (berkacamata) saat bersama Dirjen Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Slamet Subhyanto (bertopi) saat memantau kapal motor bantuan tersebut di pantai Kambala Temu kecamatan Kanatang kabupaten Sumba Timur, Selasa (28/11/2017) 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo

POS-KUPANG.COM, WAINGAPU - Bupati Sumba Timur, Gidion Mbilijora mengucapkan terimah kasih kepada kementerian kelautan dan perikanan yang telah memberikan bantun 30 unit kapal motor kepada para petani nelayan melalui sembilan koperasi nelayan.

Hal itu disampaikan Bupati Gidion saat bersama Dirjen Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Slamet Subhyanto saat memantau kapal motor bantuan tersebut di pantai Kambala Temu, Kecamatan Kanatang, Kabupaten Sumba Timur, Selasa (28/11/2017).

Bupati Gidion mengatakan, bantuan tersebut melalui koperasi sebab propinsi NTT mau menjadi propinsi koperasi sesuai dengan penyampaian gubernur NTT.

Bupati Gidion juga berharap kepada para nelayan yang mendapatkan bantuan kapal motor itu bisa memanfaatkan dengan baik demi peningkatan ekonomi koperasi dan para nelayan itu sendiri.

"Jadi harapan kita nelayan bukan hanya cari ikan dengan kapal ini untuk makan, tetapi harus juga bisa jual ikan hasil tangkapan itu untuk kebutuhan orang lain juga. Terima kasih banyak kepada kementerian dan pak Dirjen yang telah memberikan bantuan kapal motor ini," ungkap bupati Gidion.

Bupati Gidion juga mengharapkan, agar pihak kementerian kelautan dan perikanan kedepan terus memberikan bantuan tersebut melalui koperasi.

Pihak Pemda juga akan terus membina para petani nelayan untuk bisa membentuk koperasi sehingga bisa mendapatkan bantuan kapsl motor kedepan.

Dirjen Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Slamet Subhyanto mengatakan, program bantuan kapal khususnya di kabupaten Sumba Timur ini adalah bagian dari kegiatan Pusat sentra kelautan dan perikanan terpadu (PSKPT) dimana Sumba Timur merupakan salah satu kabupaten dari 12 kabupaten di seluruh Indonesia yang mendapatkan program PSKPT.

Untuk Sumba Timur sendiri, kata Slamet, melalui program tersebut diberikan bantuan 30 unit kapal motor dan 50 unit perahu ketinting untuk rumput laut dilengkapi dengan surat-surat melaut. "Jadi ini kapal siap untuk melaut," katanya.

Bupati Sumba Timur Gidion Mbilijora (keempat dari kanan) saat bersama Dirjen Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Slamet Subhyanto (bertopi) saat memantau kapal motor bantuan tersebut di pantai Kambala Temu kecamatan Kanatang kabupaten Sumba Timur, Selasa (28/11/2017)
Bupati Sumba Timur Gidion Mbilijora (keempat dari kanan) saat bersama Dirjen Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Slamet Subhyanto (bertopi) saat memantau kapal motor bantuan tersebut di pantai Kambala Temu kecamatan Kanatang kabupaten Sumba Timur, Selasa (28/11/2017) (Pos Kupang/Robert Ropo)

Slamet juga mengatakan, pihaknya akan mendata terus petani-petani nelayan yang akan diberikan bantuan tersebut melalui koperasi.

"Jadi kita memberikan bantuan ini, sekaligus menerima masukan-masukan dari pemerintah daerah, kelompok-kelompok koperasi yang bisa kita investigasi harapan kita lebih banyak, termasuk juga nanti bantuan-bantuan kalau memang nelayan yang ingin memerlukan yang lebih besar lagi, kalau memang dalam beberapa bulan hasil tangkapanya banyak mereka sudah punya uang ingin melaut lebih jauh lagi buat koperasi baru lagi silahkan," jelasnya.

Slamet juga mengatakan, Sumba Timur mendapat program PSKPT bantuan perahu motor tersebut sebab wilayah Sumba merupakan salah satu pulau terluar dan juga hasil kelautan di Sumba Timur memiliki potensi yang cukup luar biasa.

"Sehingga Sumba Timur memiliki tempat untuk kekuatan kita, kedalautan kita. Kita ingin maju perikanannya. Kita juga ingin maju perekenomianya maju dari daerah terluar seperti ini. Apalagi memang daerah terluar seperti ini itu potensinya luar biasa seperti rumput laut, ikannya juga banyak, nelayanya juga punya potensi kita ingin nelayan juga banyak disini. Kita ingin hasil tangkapan ikan ini bisa di ekspor langsung agar harga jualnya lebih tinggi lagi,"katanya. (*)

Penulis: Robert Ropo
Editor: Marsel Ali
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help