Polisi Gelar Rekonstruksi Kasus Penganiayaan di Laguna, Kupang

Ini penjelasan dari Kasat Reskrim Kota kupang terkait kasus penganiayaan di Kelurahan Merdeka

Polisi Gelar Rekonstruksi Kasus Penganiayaan di Laguna, Kupang
Pos Kupang/Eflin Rote
Tersangka yang diperagakan model terlihat memukul korban menggunakan sebatang kayu 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Eflin Rote

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Pihak kepolisian menggelar rekonstruksi kasus kematian Christopel Usnak (31) warga Oebobo yang tewas dianiaya di depan kios milik Dorkas Ratu Djara, Kelurahan Merdeka, Kecamatan Kota Lama, Kota Kupang.

Rekonstruksi dimulai sekitar pukul 10.30 Wita dan dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polres Kupang Kota, AKP Alnofriwan Zaputra.

Dalam reka ulang di lokasi kejadian, terlihat sebelum dianiaya, korban menenggak minuman keras bersama beberapa temannya di Jalan Gunung Kelimutu.

Setelah itu, korban terlihat berjalan menuju depan Bank Mandiri. Tidak lama setelah itu, korban pun kembali ke arah Jalan Gunung Kelimutu.

Ketika tiba di depan sebuah kios, korban dipukul menggunakan balok yang dibawa tersangka dari arah belakang korban.

Kapolres Kupang Kota, AKBP Anthon CN melalui Kasat Reskrim Polres Kupang Kota, AKP Alnofriwan Zaputra mengatakan, ada sebanyak 16 adegan yang diperagakan. Reka ulang ini merupakan petunjuk pihak kejaksaan.

"Rekonstruksi ini berdasarkan keterangan saksi dan bagaimana fakta di lapangan itu yang kita reka ulang. Ini salah satu petunjuk jaksa untuk melakukan reka ulang dan penyidik juga ingin meyakinkan keterangan saksi itu seperti apa," ucap Alnof, usai memimpin rekonstruksi di kawasan Laguna, Kota Kupang, Selasa (28/11/2017).

Alnof menyatakan, secara resmi tidak ada penolakan. Menurut dia, rekonstruksi dilakukan sudah sesuai prosedur. Biasanya, rekonstruksi muncul dari permintaan keluarga, kemauan penyidik dan bisa muncul dari petunjuk jaksa.

Sampai saat ini polisi baru menetapkan satu orang tersangka yakni AUMY alias Frq (26).

Halaman
12
Penulis: Eflin Rote
Editor: Marsel Ali
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help