Ini Penjelasan Menteri PUPR Mengenai Nasib Bendungan Temef di Timor Tengah Selatan

Menteri Basuki Hadimuljono berada di NTT dalam rangka kunjungan kerjanya meninjau proyek pembangunan

Ini Penjelasan Menteri PUPR Mengenai Nasib Bendungan Temef di Timor Tengah Selatan
ANTARA
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono

POS KUPANG.COM, KUPANG - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan pemerintah sudah melelang proyek strategis nasional Bendungan Temef di Kabupaten Timor Tengah Selatan, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

"Temef sudah di lelang dan tinggal tandatangan kontrak pada Desember 2017 agar mulai Januari 2018 bendungan raksasa itu sudah bisa dikerjakan," kata Menteri Basuki Hadimuljono kepada wartawan di Bendungan Raknamo, Kabupaten Kupang, Selasa.

Menteri Basuki Hadimuljono berada di NTT dalam rangka kunjungan kerjanya meninjau proyek pembangunan Bendungan Raknamo di Kabupaten Kupang yang sudah selesai dikerjkan dan dijadwalkan akan diresmikan pada Desember 2017 oleh Presiden Joko Widodo.

Hadir dalam kunjungan itu Ketua Komisi V DPR Fary Djemy Francis bersama anggota komisi Syahrulan Pua Sawa, Wakil Gubernur NTT Benny Litelnoni serta pimpinan instansi teknis pelaksana proyek di daerah.

Ia menyebut Bendungan Temef merupakan satu dari tujuh alokasi proyek strategis nasional pembangunan bendungan di NTT, selain Bendungan Raknamo dan Bendungan Manikin di Kabupaten Kupang, Bendungan Rotiklot di Kabupaten Belu, Bendungan Kolhua di Kota Kupang.

Selain itu, dua bendungan di Pulau Flores yakni Bendungan Napunggete di Kabupaten Sikka dan Bendungan Lambo di Kabupaten Nagekeo.

"Sementara pada lima tahun ini ada tujuh bendungan di NTT dari 49 prgram nasional, semakin banyak yang dibangun pasti semakin baik," katanya.

Gubernur NTT Frans Lebu Raya mengatakan luas Bendungan Temef di Kabupaten Timor Tengah Selatan merupakan yang terbesar di provinsi berbasis kepulauan itu dengan kapasitas daya tampung mencapai 77 juta kubik air.

Menurutnya, jika bendungan Temef tersebut jadi dibangun oleh pemerintah maka akan mampu mengairi kawasan persawahan tidak hanya dalam wilayah Kabupaten Timor Tengh Selatan saja tetapi juga bisa sampai ke Kabupaten Malaka.

"Oleh karena itu saya berharap agar masyarakat di TTS harus mendukung Bupati mereka dalam pembangunan bendungan itu. Toh pembangunan bendungan itu demi kemakmuran rakyat setempat," tuturnya.

Gubernur dua periode itu menambahkan, pemerintahnnya sangat mendukung program pembangunan bendungan itu demi kemakmuran rakyat.

Editor: Putra
Sumber: Antara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved