Musik `Gong Waning' dan Tarian `Hegong' Gegerkan Kota Makassar

Ternyata musik Gong Waning dan Tarian Hegong bisa memukau warga di luar Kota Maumere

Musik `Gong Waning' dan Tarian `Hegong' Gegerkan Kota Makassar
Pos Kupang/Egy Moa
Ketua KSP Kopdit Pintu Air, Yakobus Jano, disambut kalungan kain Makassar oleh sesepuh masyarakat Sikka, Nikolaus Nurak pada peresmian Kantor Cabang KSP Kopdit Pintu Air Cabang Makassar di Jalan Serigala, Kelurahan Mamajang Dalam, Kecamatan Mamajang, Kota Makassar, Pulau Sulawesi, Minggu (26/11/2017) 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Eginius Moa

POS-KUPANG.COM, MAKASSAR - Iringan gong waning dan Tarian Hegong Sanggar Lero Hae, alat musik dan tarian tradisional asal Kabupaten Sikka, Pulau Flores, Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi pusat perhatian warga Kota Makassar, Propinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) dalam pembukaan peresmian Kantor Cabang KSP Kopdit Pintu Air di Kota Makassar, Minggu (26/11/2017) pagi.

Tarian dan musik daerah itu dipentaskan menyambut kedatangan Ketua KSP Kopdit Pintu Air Pusat, Yakobus Jano, bersama pengurus pusat, Dekopinwil NTT dan penasehat rohani Pater Dr.George Kirchberger, SVD.

Antusias 300-an warga asal Sikka dan Pulau Flores umumnya tampak dari kehadiran mereka mengikuti perayaaan ekaristi di kantor cabang berlokasi di Jalan Serigala, Kelurahan Mamajang Dalam, Kecamatan Mamajang, Kota Makassar.

Pembukaan cabang di luar NTT sejalan dengan dikeluarkannya badan hukum primer nasional dari Kementrian Koperasi RI.

Musik gong waning dan tarian adat seolah mengembalikan suasana batin komunitas asal Sikka dan Flores mengingat kembali kampung halamanya yang telah ditinggalkannya.

Pater Dr.George Kirchberger, SVD, dalam sapaan awal sebelum perayaan misa mengaku menaruh perhatian kepada koperasi kredit atau Credit Union (CU) di Pintu Air sebagai penasehat rohani.

Ia mencontohkan pengalaman masa kecilnya di kampung halaman di Jerman.

"Saya lahir tahun 1947, saya merasakan peran besar CU ikut membangun kembali ekonomi Jerman yang hancur setelah perang dunia kedua. Kami merasakan dibantu CU," kata Kirchberger.

Dalam kotbahnya, Pater Kirchberger, menjadi anggota koperasi sebenarnya kita telah menjalankan tugas dan kewajiban sebagai pengikut Kritus. Kita berusaha dan bekerja keras bersama untuk kepentingan sesama.

Halaman
12
Penulis: Eugenius Moa
Editor: Marsel Ali
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved