Menteri Pemberdayaan Perempuan Harapkan Kota Kupang Jadi Model Anti Trafficking

MenteriPPPA, Yohana Susana Yembise, berharap Kota Kupang jadi kota model anti trafficking di Indonesia.

Menteri Pemberdayaan Perempuan Harapkan Kota Kupang Jadi Model Anti Trafficking
POS KUPANG/ANDRI ATAGORAN
Walikota Kupang menyerahkan SK Pene Ma Kiso Community dari Walikota Kupang kepada Menteri PPPA Yohana Susana Yembise di Kupang, Sabtu (25/11/2017). 

Laporan Reporter Pos-Kupang.com, Andri Atagoran

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Susana Yembise, berharap Kota Kupang jadi kota model anti trafficking di Indonesia.

"Karena Kupang merupakan kota di Indonesia yang pertama kali menyelenggarakan kegiatan pemilihan duta anti human trafficking," kata Yohana saat Pemilihan Duta Anti Trafficking dan launching komunitas pencegahan dan penanganan tindak pidana perdagangan orang (KPP-TPPO) Pene Ma Kiso Community Kota Kupang, Sabtu (25/11/2017).

Dalam kegiatan yang dilaksanakan di alun-alun Balai Kota Kupang tersebut, Yohana mengatakan, kegiatan ini sangat bermanfaat dalam meminimilisir masalah human trafficking di NTT.

Baca: Tekan Angka Kematian Ibu dan Anak, Dinkes Belu Bikin Gerakan Berbagi untuk Selamat

"Ini akan menjadi cacatan khusus bagi pemerintah pusat karena kantung trafficking di Indonesia itu ada di provinsi yaitu Jawa Barat, Jawa Timur, NTB, dan NTT yang paling besar," ujar Yohana.

Kegiatan yang diselenggarakan LSM Rumah Perempuan ini juga mendapat apresiasi dari Walikota Kupang, Jefri Riwu Kore.

"Kejahatan perdagangan orang di Indonesia telah menjadi perhatian serius oleh berbagai pihak dan upaya yang dilakukan pemkot Kupang adalah mewajibkan seluruh lurah membentuk tim anti human trafficking di masing Kelurahan," kata Jefri.

Baca: Lambertus Ditembak Pakai Senapan Angin, Begini Kondisinya di RSU Kefamenanu

Kegiatan pemilihan duta human traficking yang diikuti 10 kelurahan di Kota Kupang ini dikemas dalam drama musikal.

"Ini agar bagaimanan masyarakat sendiri menjiwai dan memahami human trafickijg itu dalam fakta seperti yang mereka pemtaskan. Dari situ apa yang mereka lakonkan mereka sedang berbicara tentang fakta human traficking di masyarakat," kata Direktris Rumah Perempuan Kupan, Libby Ratuarat-Sinlaeloe. (*)

Penulis: Andri Atagoran
Editor: Agustinus Sape
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help