Wakil Walikota Kupang Harapkan Ini Pada Duta Trafficking Yang Terpilih Nanti

Ini pesan dan harapan Wakil Walikota Kupang terkait dengan pemilihan Duta Trafficking di Kota Kupang

Wakil Walikota Kupang Harapkan Ini Pada Duta Trafficking Yang Terpilih Nanti
Pos Kupang/Maria A.E.Toda
Wakil Walikota Kupang,dr.Hermanus Man saat membuka kegiatan pemilihan Duta Anti Trafficking tingkat Kota Kupang di lapangan kantor walikota, Rabu (22/11/2017) 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Maria A.E. Toda

POS-KUPANG.COM |KUPANG - Human trafficking atau perdagangan orang adalah salah satu bentuk perbudakan moderen yang perkembangannya sangat cepat.

Karena Perdagangan orang salah satu dari tiga kejahatan tradisional selain perdagangan obat dan senjata.

Hal ini dikatakan Wakil Walikota Kupang, Hermanus Man dalam sambutanya pada acara pembukaan pemilihan Duta Anti Trafficking tingkat Kota Kupang, Rabu (22/11/2017) yang berlangsung dialun-alun Balai Kota Kupang.

Kegiatan pemilihan Duta Anti Trafficking yang diselenggarakan oleh Lembaga Rumah Perempuan Kupang dengan mendapat dukungan dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, dengan bekerjasama dengan Pemerintah Kota tersebut, diikuti kurang lebih 11 Kelurahan dari 51 Kelurahan yang ada di Kota Kupang.

Pada kesempatan itu, Hermanus Man mengatakan, perdagangan orang adalah bentuk perbudakan modern dan merupakan salah bentuk kejahatan tradisional yang paling cepat perkembangannya adalah salah satu dari tiga kejahatan tradisional selain perdagangan obat dan senjata.

"Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa human trafficking atau perdagangan orang di Indonesia dinilai sangat memprihatinkan. Kondisi ini tidak hanya terjadi di kota-kota besar tetapi terjadi juga di kota terpencil," lanjutnya.

Hal ini, sering terjadi karena masih rendahnya kesadaran masyarakat tentang kejahatan perdagangan orang dan juga kondisi korban yang tidak memungkinkan untuk melaporkan atas kasus yang dialamainya.

Kata dia, korban terbesar dari kasus kekerasan dan perdagangan orang ini, baik yang terlapor maupun tidak terlapor lebih banyak dialami oleh perempuan dan anak.

Oleh karena itu, Man meminta persoalan-persoalan tersebut menjadi permasalahan bersama yang harus segera dituntaskan oleh semua pihak.

Sehingga melalui kegiatan pemilihan Duta Anti Trafficking ini, agar siapapun yang terpilih manjadi Duta Anti Trafficking dapat melaksanakan tugasnya dengan penuh tanggungjawab dan dapat terus meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat Kota Kupang tentang bahayanya perdagangan orang.

"Selain itu, saya juga berharap siapa pun yang terpilih nantinya dapat mendorong masyarakat dalam upaya pencegahan dan penanganan persoalan perdagangan orang," kata Man.

Sementara itu, Ketua Panitia pelaksana kegiatan Pemilihan Duta Anti Trafficking Direktris Rumah Perempuan Kupang (RPK), Libby Ratuarat Sinlaeloe dalam laporan kegiatannya mengatakan, tujuan diselengarakan kegiatan tersebut adalah untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat terutama agen perubahan KP TPPO tentang TPPO 2, serta meningkatkan sensitifitas masyarakat terutama agen perubahan KPP TPPO dalam mendeteksi Dini TPPO.

Dikatakannnya, kegiatan pemilihan DAT tersebut merupakan rangkaian kegiatan kampanye TPPO yang dilakukan RPK dengan dukungan Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia.

"Untuk mendukung kegiatan pencegahan TPPO ini, kami juga melaksankan WorkshopTPPO dan dialog publik khusus untuk tujuh kelurahan di Kecamatan Oebobo sebagai Pilot Project," ujarnya. (*)

Penulis: Maria Enotoda
Editor: Marsel Ali
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help