Penderita HIV/AIDS Sering Mendapat Stigma Negatif, Gusti Brewon: Ada yang Diusir dari Kampung

Gusti Brewon mengatakan ada empat komponen cairan tubuh manusia yang menjadi tempat berkembangnya virus HIV.

Penderita HIV/AIDS Sering Mendapat Stigma Negatif, Gusti Brewon: Ada yang Diusir dari Kampung
tenni jehanas
Gusti Brewon 

Laporan Wartawan POS-KUPANG.COM, Gaudiano Colle

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Penderita HIV/AIDS masih sering mendapat stigma negatif dari masyarakat. Ada yang mendapat perlakuan tidak mengenakan, seperti ditolak warga kampung sehingga harus mengungsi.

Demikian diungkapkan Gusti Brewon dari Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi NTT dalam kuliah umum yang dilaksanakan Prodi Analis Kesehatan Poltekes Kemenkes Kupang, Rabu (22/11/2017).

Kuliah umum berlangsung di Aula Analis Kesehatan Poltekes Kemenkes Kupang, Rabu pagi.

"Saya baru dua minggu ke tempat yang namanya Elar di Manggrai Timur. Jalannya sulit sekali. Ada satu orang yang menderita AIDS di sana, dia ditolak oleh warga kampung karena menderita HIV/AIDS. Akhirnya dia harus pindah sampai ke Ruteng," ungkap Gusti Brewon.

Dia berharap masyarakat tidak terus-terusan menghakimi penderita HIV/AIDS.

Gusti Brewon juga mengatakan ada empat komponen cairan tubuh manusia yang menjadi tempat berkembangnya virus HIV.

Empat cairan dimaksud, adalah darah, cairan sperma, cairan vagina, dan air susu ibu.

Dari sisi kuantitas, darah merupakan tempat dimana virus HIV hidup paling banyak.

Cairan sperma dan cairan vagina tidak sebanyak darah, walaupun masih kemungkinan terkena AIDS.

"Jadi, HIV itu tidak ada di sel sperma dan sel telur. Dan kalau ada orang yang meninggal karena AIDS jangan takut untuk datang, karena keempat cairan itu tidak akan menyerang anda," pungkasnya.

Gusti Brewon mengatakan menjadi seorang analis kesehatan diperlukan ketelitian dan profesionalisme yang tinggi.

"Kalau misalnya Anda ngantuk, capek, atau apa saja, lalu salah menganalisa kesehatan. Kemudian orang sudah mengkonsumsi obat? Gimana dong?" ujarnya.(*)

Penulis: Gaudiano Colle
Editor: Alfons Nedabang
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved