Oknum Kepala SMPN I Biboki Selatan Diduga Melanggar Disiplin Berat

Oknum kepala salah satu SMPN di Kefamenanu diduga melakukan hal yang kurang terpuji ini

Oknum Kepala SMPN I Biboki Selatan Diduga Melanggar Disiplin Berat
ILUSTRASI
Ilustrasi Pungli 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Teni Jenahas

POS-KUPANG.COM | KEFAMENANU - Oknum Kepala SMP Negeri 1 Biboki Selatan, Kabupaten TTU, FS terbukti melakukan pelanggaran disiplin berat sebagai seorang Aparatur Sipil Negara (ASN).

Hasil pemeriksaan dari Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKP2D), FS terbukti melakukan pungutan liar (pungli) terhadap guru-guru di wilayah Biboki Selatan.

Kepala BKP2D Kabupaten TTU, Fransiskus Tilis melalui Kepala Bidang Kesra PNS, Pensiun dan Disiplin, L. Try Setiyo Budi mengatakan hal itu kepada wartawan, Senin (20/11/2017).

Menurut Budi, tim pemeriksa menemukan bukti yang
bersangkutan menerima uang dari sejumlah guru yang bukan berkaitan dengan tugasnya sebagai PNS dan sebagai kepala sekolah.

Meski FS membantah hal itu sebagai bentuk pungutan liar, namun perbuatan Fabianus merupakan pelanggaran disiplin berat.

Atas bukti itu, tim pemeriksa merekomendasikan kepada bupati untuk memberikan hukuman disiplin berat kepada FS sesuai yang diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) nomor 53 pasal 7.

Menurut Budi, dalam pasal 7 ayat 4 menyebutkan lima tingkat hukuman disiplin berat yakni, pertama, penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama tiga tahun; kedua, pemindahan dalam rangka penurunan jabatan setingkat lebih rendah; ketiga, pembebasan dari jabatan; keempat, pemberhentian tidak dengan hormat tidak atas permintaan sendiri sebagai PNS; kelima, pemberhentian tidak dengan hormat sebagai PNS.

Menurut Budi, tim sudah memberikan rekomendasi kepada bupati sejak dua pekan lalu. Bupati yang akan memutuskan berdasarkan rekomendasi dari tim pemeriksa.

Diberitakan sebelumnya, Kepala SMPN 1 Biboki Selatan, FS mengumpulkan uang dari 150 guru di wilayah Kecamatan Biboki Selatan senilai 180 juta lebih.

Uang tersebut dipakai untuk melancarkan urusan bagi guru-guru yang ingin mendapat tunjangan khusus dari pemerintah pusat.

FS mengumpulkan uang dari guru-guru yang sudah membuat kesepakatan agar guru-guru menjadi peserta penerima tunjangan khusus dari pemerintah pusat.

Guru-guru yang ingin dengan tawaran itu, langsung mengumpulkan uang kepada FS dengan jumlah bervariasi. Total uang yang terkumpul sebanyak 180 juta lebih. (*)

Penulis: Teni Jenahas
Editor: Marsel Ali
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help