Ini Puisi Cahaya yang Menghipnotis Penonton di Acara Panggung Perempuan Biasa Jilid 2

Saat sebagian penonton masih dalam antrian panjang, Dewi Tamatur membius penonton yang hadir dengan puisi Perempuan Pemilik Samudra.

Ini Puisi Cahaya yang Menghipnotis Penonton di Acara Panggung Perempuan Biasa Jilid 2
Pos Kupang/John Taena
LATIHAN - Linda Tagie salah satu pementas seni teater saat berlatih salah adegan `Jejak' yang akan ditampilkan dalam malam pentas seni monologia Panggung Perempuan Biasa di Taman Dedari Sikumana, Senin (13/6/2016) 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Andri Atagoran

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Sesuai dengan namanya, panggung perempuan malam itu, di Taman Dedari Nusantara, Kupang, Jumat (17/11/2017) menampilkan berbagai kisah kegundahan, estetika, romantisme dan optimisme dari perempuan NTT.

Saat sebagian penonton masih dalam antrian panjang menunjukan tiket di pintu masuk Taman Dedari Nusantara, Dewi Tamatur membius penonton yang hadir dengan puisi Perempuan Pemilik Samudra.

Kamu lahir dari keheningan...

Menyapa, lalu terus bergerak maju...

Hingga mencapai ke tepian tak terkira

Kau perempuan pemilik samudra

Pagi bagimu bukanlah segala,,

Sebab segala yang kau punya adalah mata, adalah jiwa, adalah raga..

Ini adalah penggalan puisi perempuan pemilik samudra, membuat sebagian wanita yang berada di kursi penonton bagian depan mengelus-elus dada.

"Ini adalah penampilan yabg sangat luar biasa, pembaca puisi berhasil membawa penonton masuk ke dalam suasana batinnya," ungkap Todi, satu di antara penonton yang hadir.(*)

Penulis: Andri Atagoran
Editor: Alfons Nedabang
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help