Meski Lia Malo Deg-degan Tetapi Tertantang Ikut Lomba Cerdas Cermat Matematika

Ini pengalaman menarik yang dialami seorang siswa yang mengikuti lomba cerdas cermat matematika

Meski Lia Malo Deg-degan Tetapi Tertantang Ikut Lomba Cerdas Cermat Matematika
Pos Kupang/Andri Atagoran
Peserta lomba cerdas cermat matematika 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Andri Atagoran

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Siswi kelas IX SMP Katolik Sta Maria Assumpata , Lia Malo Rangga mengaku deg-degan saat mengikuti lomba cerdas cermat matematika antar SMP/MTS sekota Kupang di Kampus Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang, Jumat (17/11/2017).

Sebelum perlombaan yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika (Himprosma) Unwira Kupang tersebut dimulai, masing-masing peserta membawakan yel-yelnya masing-masing.

Tepuk tangan penonton mengikuti irama yel yang dinyanyikan setiap tim peserta memberikan warna tersendiri dalam perlombaan tersebut.

"Saya sangat menikmati meskipun deg-degan, takut karena sebelumnya satu perwakilan tim kami tidak lolos ke babak selanjutnya," ujar Lia.

Lia menilai perlombaan tersebut sangat bermanfaat bagi dirinya dan ke-29 peserta lainnya yang tergabung dalam sepuluh tim.

"Bagus sekali karena melatih kecepatan dan ketepatan kami dalam matematika. Saya sangat jatuh cinta dengan matematika karena tantangannya seputar rumus dan hitungan," kata Lia.

Sementara itu, Ketua Panitia pelaksana, Terceso Manuel Parera mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan untuk memeriahkan dies natalis ke 33 Prodi Matematika Unwira pada (31/10) lalu.

"Hal ini juga bertujuan menjalin persahabatan antara siswa SMP/MTS sekota Kupang. Materi yang dilombakan di antaranya bilangan bulat, persamaan himpunan, dan aritmatika sosial," terang Terceso.

Ketua Himprosma, Andreas A R Koroh mengatakan, matematika dipandang sebagian besar orang sebagai momok yang menakutkan.

Oleh karena itu, Andreas mengatakan, pihaknya memandang perlu mensosialisasikan kepada masyarakat khususnya anak sekolah bahwa matematika adalah ilmu atau mata pelajaran yang menarik.

"Selain menguji nilai kompetitif anak-anak SMP di bidang matematika, kami juga ingin memupuk semangat cinta terhadap matematika," kata Andreas. (*)

Penulis: Andri Atagoran
Editor: Marsel Ali
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help