PosKupang/
Home »

News

» Jakarta

Buni Yani Divonis 1,5 Tahun Penjara Tapi Masih Bebas, Ternyata Ini Penyebabnya

Persidangan berlangsung di ruang sidang Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Bandung, Selasa (14/11/2017).

Buni Yani Divonis 1,5 Tahun Penjara Tapi Masih Bebas, Ternyata Ini Penyebabnya
KOMPAS.com/Putra Prima Perdana
Buni Yani dan kuasa hukumnya, Aldwin Rahadian 

Vonis itu disambut teriakan histeris pengunjung sidang yang merupakan para pendukung Buni Yani. Mereka meneriakkan "hakim dzalim."

Sebelum sidang Buni Yani mengatakan di persidangan bahwa jika dinyatakan bersalah, ia berharap 'yang menuduh dan menjatuhkan putusan' akan dilaknat Allah.

"Saya sudah melakukan sumpah Muhabalah, yang merupakan sumpah tertinggi dalam Islam, bahwa saya tidak pernah memotong video itu," kata Buni Yani, seperti dilaporkan wartawan Bandung, Julia Alazka.

Maka, katanya, "Bila hari ini saya tetap diputuskan bersalah memotong video, biar orang yang menuduh saya dan juga orang yang memutuskan perkara ini .... maka orang-orang tersebut akan dilaknat oleh Allah swt..."

Baca: Rakor BBPP Kupang - Beberapa Hal yang Dilaksanakan untuk Meningkatkan Pendapatan Petani

Namun kendati mendapat 'ancaman,' Majelis hakim menyatakan Buni Yani terbukti bersalah melakukan tindak pidana terkait Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Hakim menyebut, perbuatan Buni Yani dapat menimbulkan keresahan umat beragama dan terdakwa tidak mengakui bersalah.

Betapa pun, hakim tidak memerintahkan terdakwa ditahan. Majelis hakim juga tidak menjatuhkan sanksi denda.

"Menimbang bahwa selama persidangan terdakwa tidak ditahan dan menurut majelis hakim tidak cukup alasan untuk menahan, maka terdakwa tidak ditahan," kata hakim.

Penasehat hukum Buni Yani berusaha memastikan.

Halaman
1234
Editor: agustinus_sape
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help