Badan Hukum Baru Primer Nasional, Kopdit Pintu Air Lebarkan Sayap ke Makassar

Ini penjelasan dari Ketua KSP Kopdit Pintu Air, Yakobus Jano terkait pengembangan usaha mereka

Badan Hukum Baru Primer Nasional, Kopdit Pintu Air Lebarkan Sayap ke Makassar
Pos Kupang/Agy Moa
Ketua KSP Kopdit Pintu Air, Yakobus Jano (tengah) didampingi Humas Kopdit Pintu Air, Vinsen Deo,dan Agustinus Nong, memperlihatkan dokumen badan hukum baru primer nasional, Rabu (15/11/2017) 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Eginius Mo'a

POS-KUPANG.COM, MAUMERE - Usaha dua tahun manajemen KSP Kopdit Pintu Air mendapatkan badan hukum baru Primer Nasional akhirnya direalisasikan Kementrian Koperasi RI.

Penyerahan dokumen badan hukum baru dilakukan Drs. Dominikus Hancis, dari Dekopinwil NTT, Minggu (12/11/2017) di kantor pusat Pintu Air Rotat.

Menyandang badan hukum baru, Kopdit berlokasi di Dusun Rotat, Desa Ladogahar, Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka, Pulau Flores, meresmikan cabang pertama di luar Propinsi NTT, yakni Cabang Makassar di Propinsi Sulawesi Selatan, pada (26/11/2017) di Makassar.

"Cabang Makassar akan menjadi kantor wilayah (Kanwil) untuk Indonesia Timur. Kehadiran kantor ini mendekatkan pelayanan kepada anggota. Makassar akan membawahi wilayah Papua, Maluku dan seluruh Sulawesi, " ujar Ketua KSP Kopdit Pintu Air, Yakobus Jano, kepada pos-kupang.com, Rabu (15/11/2017) siang.

Cabang Timor akan menjadi Kanwil Timor meliputi Pulau Timor, Alor, Rote, Sabu dan Pulau Sumba. Sedangkan Kanwil Surabaya akan membawahi seluruh Pulau Jawa dan Sumatera.

Cabang Makassar, satu dari tiga cabang diresmikan selama tahun 2017 selain Cabang Ropa di Kabupaten Ende dan Cabang Boru di Kabupaten Flores Timur.

Dua cabang lain di luar NTT diresmikan dalam waktu mendatang yakni Cabang Bima dan Dompu.

Yakobus menjelaskan, motivasinya memperjuangkan badan hukum primer nasional untuk pendidikan dan pelatihan menjadi lebih mudah karena ditangani oleh Kementerian Koperasi RI.

Selain mendapatkan fasilitas langsung dari pemerintah pusat.

"Hadapi ekonomi global, sumber daya manusia harus kuat dan berpikiran global. Kami juga bisa membuka cabang di seluruh Indonesia," kata Yakobus didampingi Humas Kopdit Pintu Air, Vinsen Deo,dan Agustinus Nong.

Kopdit Pintu Air dimiliki 181.275 anggota dan aset Rp 784 miliar menjadi keperasi terbesar pertama di NTT dan urutan satu nasional untuk aset dibawah Rp 1 triliun.

Dengan performance ini, kata Yakobus, Kementrian Koperasi dan UKM RI menawarkan pengelolaan dana Kredit Usaha Rakyat (KUR), tetapi ia belum mau menerimanya.

"Diundang pada waktu terima penghargaan di Kantor Kemenkop, kami ditawarkan lagi kelola dana KUR. Saya katakan kami masih bisa kelola dana sendiri. Jangan sampai kehadiran dana ini mendatangkan dua tuan, yakni dana murah dan dana mahal. Kalau hibah, kami terima," kata Yakobus. (*)

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Marsel Ali
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved