PosKupang/

Panwas Kabupaten Nagekeo Lantik 21 Panwascam untuk 7 Kecamatan

Sebanyak 21 Panwascam tersebut akan didistribusikan ke tujuh kecamatan masing-masing tiga orang.

Panwas Kabupaten Nagekeo Lantik 21 Panwascam untuk 7 Kecamatan
POS KUPANG/ADIANA AHMAD
Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) di Nagekeo ketika dilantik dan diambil sumpah oleh Ketua Panwas Kabupaten Nagekeo, Yohanes Nanga, S.H di Hotel Sinar Kasih Mbay, Selasa (14/11/2017). 

Laporan Wartawan Pos-Kupang.com, Adiana Ahmad

POS-KUPANG.COM | MBAY - Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwas) Kabupaten Nagekeo, Yohanes Nanga, Selasa (14/11/2017), melantik 21 orang ‎Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) di daerah itu.

Sebanyak 21 Panwascam tersebut akan didistribusikan ke tujuh kecamatan masing-masing tiga orang.

Pelantikan yang berlangsung di Hotel Sinar Kasih Mbay dihadiri Wakil Bupati Nagekeo Paulinus Y. Nuwa Veto, Kabag Humas Nagekeo Gaspar Taka, dan Komisioner KPUD Nagekeo, Quirinus Eleuterius, Yohanes Baptista Langho.

Yohanes dalam sambutannya meminta 21 anggota Panwascam bersikap netral, profesional, berintegritas, dan bermoral dalam menjalankan tugas.

Sikap tersebut, kata Yohanes, harus diterapkan dalam pengawasan Pilkada Nagekeo dan Pilgub NTT tahun 2018 mendatang, Pemilu DPR, DPD, DPRD, serta Pemilu Presiden dan Wakil Presiden pada tahun 2019.

“Saya berharap anggota Panwascam yang baru dilantik itu harus bisa melaksanakan tugas, menjaga independensi dalam mengawal proses demokrasi yang berlangsung dalam waktu dekat,” pinta Yohanes.

Ada beberapa poin penting yang ditegaskan oleh Yohanes.

Pertama, apabila menghadapi masalah-masalah krusial segera melakukan koordinasi dengan Panwaslu Kabupaten Nagekeo.

Kedua, setiap langkah dan tindakan harus senantiasa berpedoman pada aturan yang berlaku.

Hal ini dimaksudkan agar langkah dan tindakan setiap anggota Panwascam dapat dipertanggungjawabkan.

Ketiga, netralitas pengawasan harus tetap dijaga, mengingat masyarakat Nagekeo dan peserta pemilu sangat mengharapkan terselenggaranya pemilu yang aman dan damai, tanpa ada pihak-pihak yang merasa dirugikan oleh kinerja dari penyelenggara pemilu.

“Netralitas merupakan modal yang sangat berharga dalam menegakkan demokrasi, sebagaimana amanat UUD 1945 dan Pancasila yang kita junjung tinggi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” kata Yohanes. (*)

Penulis: Adiana Ahma
Editor: agustinus_sape
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help