PosKupang/

Korem 161 Wira Sakti Kupang Gelar Latihan Penangggulangan Bencana Alam

Ini yang dikatakan Danrem 161 wira sakti Kupang terkait dengan pelatihan kebencanaan

Korem 161 Wira Sakti Kupang Gelar Latihan Penangggulangan Bencana Alam
Istimewah
Para Personil Korem 161 Wira Sakti Mempraktikan cara Menanggulangi korban Bencana Alam bertempat di Aula Makorem Senin (13/11/2017) 

Laporan Reporter POS-KUPANG, Maria A.E. Toda

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Komando Resor Militer (Korem) 161/Wira Sakti menggelar Latihan Penanggulangan Bencana Alam atau Latgunbencal selama lima hari dari tanggal 13 sampai dengan 17 November 2017 yang dibagi atas dua tahap.

Tahap pertama yaitu pemberian materi teori atau pembekalan kepada para peserta selama 3 hari dari tanggal 13-15 November 2017.

Sementara dua hari berikutnya adalah latihan drill teknis di lapangan Asrama TNI AD Kuanino serta diakhiri dengan drill taktis di Pantai Pasir Panjang Kota Kupang.

Pembukaan latihan yang diisi dengan Jam Komandan Korem 161/Wira Sakti dilaksanakan Senin pagi (13/11/2017) bertempat di Aula Serbaguna Makorem setempat.

Di hadapan sebanyak 190 personel baik penyelenggara dan pelaku Danrem 161/Wira Sakti Brigjen TNI Teguh Muji Angkasa, S.E., M.M., dalam pengarahannya mengatakan wilayah Indonesia termasuk wilayah Nusa Tenggara Timur rentan terhadap bencana alam dan hal ini sering terjadi.

patah tangan
Para Personil Korem 161 Wira Sakti Mempraktikan cara Menanggulangi korban Bencana Alam bertempat di Aula Makorem Senin (13/11/2017)

Danrem juga mengajak peserta latihan untuk mengingat kembali peristiwa Gempa Bumi dan Tsunami yang pernah terjadi di wilayah NTT yaitu di Maumere dan Larantuka Flores pada tanggal 12 Desember 1992 yang pada saat itu kekuatan gempa mencapai 7,8 Skala Ritcher yang mengakibatkan Tsunami dengan tinggi gelombang 36 meter.

Korban jiwa mencapai 2100 jiwa serta terjadinya kerusakan bangunan dan kerugian material lainnya.

"Yang saat ini juga sedang terjadi di Bumi Flobamora yaitu meningkatnya aktifitas Gunung Berapi Ile Lewotolok di Lembata yang telah mengakibatkan terjadinya beberapa kali gempa bumi sehingga sebagian penduduk harus diungsikan dan diselamatkan," tutur Danrem.

Menurut Danrem kondisi inilah menjadi suatu dasar pelaksanaan Latihan Penanggulangan Bencana Alam perlu dan wajib dalam lingkungan TNI termasuk bagi personel Korem 161/Wira Sakti dan jajaran.

"Ini sebagai bentuk kesiapan dan kesigapan kita untuk mengahadapi bencana. Setiap personel TNI harus terlatih dan siap menghadapi kemungkinan terjadinya bencana dan bila itu memang terjadi setiap personel TNI khususnya Personel Korem 161/Wira Sakti akan tahu siapa berbuat apa yang tentunya secara terorganisir dan terkoordinir secara baik pula," ujar Danrem. (*)

Penulis: Maria Enotoda
Editor: marsel_ali
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help