PosKupang/

Kegemukan Itu Tidak Sehat. Simak Analisis Ketua Persatuan Diabetes Indonesia Cabang Kupang Ini

Penyebab utama kegemukan dan obesitas adalah ketidakseimbangnya energi, antara kalori yang dikonsumsi dan

Kegemukan Itu Tidak Sehat. Simak Analisis Ketua Persatuan Diabetes Indonesia Cabang Kupang Ini
shutterstock
Ilustrasi 

Efek dari kegemukan

Penyebaran lemak di seluruh tubuh dapat menimbulkan gangguan pada organ tubuh yang dilingkupinya. Lemak di sekitar ginjal menekan ginjal dan menyebabkan darah tinggi, lemak yang berada di sekitar saluran nafas akan menekan saluran nafas hingga menyebabkan sumbatan saluran nafas saat tidur.

Lemak yang berkumpul pada daerah sendi menyebabkan kerusakan sendi seperti pada osteoartritis.

Pada orang yang obesitas terdapat gangguan pada insulin berupa hiperinsulinemia dan resistensi insulin. Gangguan pada insulin disebabkan adanya asam lemak bebas, penumpukan sel sel lemak dan berbagai faktor inflamasi menyebabkan gangguan pada kerja insulin. 80 Persen pasien diabetes adalah obesitas. Meskipun tidak semua pasien obesitas akan menjadi diabetes.

Resistensi insulin yang terjadi dapat menyebabkan gangguan pada pembuluh darah di jantung dan otak sehingga dapat menyebabkan penyakit jantung koroner dan stroke.

Jumlah penderita diabetes terus meningkat, menurut International Diabetes Federtation (IDF) 2015 terjadi peningkatan 4 kali lipat jumlah penderita diabetes dari tahun 1980 sejumlah 108 juta orang, dan tahun 2015 menjai 415 juta .

Prevalensi diabetes di Asia tenggara meningkat dari 4,1 persen tahun 1980 menjadi 8,6 persen tahun 2016. Pada tahun 2014 di Asia tenggara terdapat 96 juta penderita diabetes.

Dari jumlah penderita diabetes di dunia, Indonesia menempati urutan ke urutan ke-7, di bawah China, India, AS, Brasil, Rusia dan Mexico dengan jumlah penderita sebanyak 10 juta orang. Data Riskesdas menunjukan peningkatan kasus diabetes dari 5,7 persen tahun 2007 menjadi 6,9 persen tahun 2016.

Kerusakan akibat diabetes

Diabetes dikenal sebagai the silent killer karena sering tidak disadari penyandangnya dan saat diketahui sudah terjadi komplikasi.

Halaman
1234
Editor: Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help