PosKupang/

Hutan Memberi Kemakmuran Bagi Kita

Dengan melihat dari dekat memberinya inspirasi. Atau pun hanya mendengar kisah akan melahirkan karya seni.

Hutan Memberi Kemakmuran Bagi Kita
POS KUPANG/NOVEMY LEO
Sepasang calon pengantin melakukan foto pranikah di hutan Mahoni SoE. 

POS KUPANG.COM -- Daerah kita memang gersang. Iklimnya juga sungguh tropis. Kita hanya bisa menjumpai padang savana yang tak terkira. Sejauh tatapan. Kadang alam ini menjadi inspirasi bagi siapa saja. Sastrawan, seniman atau pun seniman kontemporer.

Dengan melihat dari dekat memberinya inspirasi. Atau pun hanya mendengar kisah akan melahirkan karya seni. Sebut saja sastrawan Taufik Ismail yang menggambarkan keindahan Pulau Sumba lewat puisi bertajuk, Beri Daku Sumba.

Lelaki kelahiran Bukit Tinggi yang besar di Pekalongan, membuat puisi ini berdasarkan cerita teman dan visualisasi pemandangan di Uzbekistan yang mirip meskipun tak sama dengan topografi alam di Pulau Sumba.

Itulah kekuatan alam yang mampu menggerakkan hati seniman itu. Taufik menggambarkan secara detail tentang pulau itu. Tentang ringkik kuda sandelwood dan savana yang membentang luas.

Begitu pula daerah Bu'at di tepi Kota Dingin SoE, Timor Tengah Selatan (TTS), itu menjadi inspirasi bagi siapa saja. Pepohonan yang menghijau dan rimbun kerap menjadikannya tempat wisata. Sebaliknya, ketika mahoni mengalami musim gugur menjadikannya obyek foto favorit bagi siapa saja terutama para calon pengantin.

Fotografer senior di Kota SoE, Heppy Atoin Metto memberi testimoni tentang hutan mahoni ini yang dulu tak dilirik kini justru menjadi lokasi foto favorit.

Padahal tempo dulu, hutan Bu'at di bawah kepemilikan lahan Pemkab Timor Tengah Selatan (TTS) itu hadir semata untuk konservasi lahan. Lahan itu dihijaukan untuk mendeposit air bagi masyarakat TTS terutama bagi warga kota SoE. Pilihan yang sungguh bijaksana oleh para pemimpin terdahulu.

Saat ini Bu'at sudah menjadi ikon yang tak saja dikenal di NTT, tapi sampai ke luar daerah bahkan luar negeri. Pesannya ialah bahwa daerah kita yang tropis ini lebih banyak dihijaukan untuk mendapatkan banyak keuntungan.

Bu'at menjadi sukses karena pengelolaannya profesional. Mungkin satu di antara seribu proyek pemerintah yang sukses adalah Bu'at.

Kekurangan kita adalah pada tata kelola. Setiap tahun pemerintah mengalokasikan dana tak kecil untuk konservasi lahan. Setelah kita hijaukan lahan, kita biarkan saja tanpa perawatan. Tanaman akhirnya mati karena tak dirawat dan atau tersambar api.

Tentang penghijauan lahan ini, politisi senior asal TTS, Thobias Selan (almarhum) pernah meminta pemerintah setempat untuk memberinya lahan sebagai contoh penghijauan. Sebab ia melihat kucuran dana itu tak ada hasil yang maksimal.

Thobias berpandangan jika seluruh lahan yang dihijaukan berhasil maka laut pun dapat dihijaukan. Otokritik ini tentu menjadikan kita untuk merefleksikan bagaimana ke depan pemerintah dan masyarakat bahu-membahu untuk memajukan daerahnya.

Intinya bahwa hutan memberi kita kemakmuran tiada tara jika kita dapat merawatnya dengan baik. Hutan juga merupakan investasi masa depan, modal berharga bagi anak dan cucu kita. *

Penulis: PosKupang
Editor: Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help