PosKupang/

Gulf Mangan Grup Sewa Lahan Kawasan Industri Bolok Selama 60 Tahun

Hamish Bohannan mengatakan, PT. Gulf Mangan Grup akan menghadirkan dua mesin smelter di Bolok yang didatangkan dari Afrika.

Gulf Mangan Grup Sewa Lahan Kawasan Industri Bolok Selama 60 Tahun
POS KUPANG/GORDI DONOFAN
Gubernur NTT, Frans Lebu Raya dan Direktur PT. Gulf Mangan Grup, Hamish Bohannan menandatangani perjanjian sewa lahan, Selasa (14/11/2017). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gordi Donofan

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya dan Direktur PT. Gulf Mangan Grup, Hamish Bohannan menandatangani perjanjian sewa lahan untuk fasilitas smelter di Kawasan Industri Bolok, Kacamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang.

Penandatanganan perjanjian dilaksanakan di ruang rapat Gubernur NTT, Selasa (14/11/2017).

Hamish Bohannan mengatakan, PT. Gulf Mangan Grup akan menghadirkan dua mesin smelter di Bolok yang didatangkan dari Afrika.

Mesin dimaksud akan beroperasi di NTT selama kurang lebih 40-60 tahun ke depan.

"Proses penting yang harus dilakukan setelah ini adalah pengurusan IMB, UKL, UPL. Kami sangat serius untuk mengurus ini. Kami yakin sebelum bulan Juli 2018 akan resmi dibuka," ujar Hamish.

Hamish mengatakan, akan mengundang para bupati sedaratan Pulau Timor untuk menghadiri pembukaan nanti. Mengingat setiap daerah bertanggungjawab untuk menyuplai bahan baku kepada PT. Gulf Mangan Grup.

"Sejak tahun 2013 industri berhenti disini. Tapi dengan adanya smelter mudah-mudahan kita memulai lagi sampai ke tingkat pasar internasional," katanya.

"Ini bertujuan untuk membuka jalan kepada investor-investor di seluruh dunia untuk turut berinvestasi di NTT untuk sama-sama membangun daerah ini," ujar Hamish.

Gubernur NTT, Frans Lebu Raya mengatakan, selama ini di NTT ada beberapa izin yang dikeluarkan tapi tidak bisa berjalan. Kadang-kadang proses itu membuat Pemprov tidak sembarang mengeluarkan izin kepada investor tambang.

"Jujur selama ini Pemrov mengeluarkan izin kepada beberapa investor tapi tidak berjalan. Sehingga kadang-kadang proses itu membuat kami hati-hati memberi izin dalam bekerjasama," ujar Lebu Raya.

Lebu Raya mengharapakan kerjasama dengan PT. Gulf Mangan Grup betul-betul serius dan tidak hanya sampai pada proses penandatanganan dokumen saja.

"Dulu permintaannya 25 ha luas lahan. Saya bilang coba kita mulai dari 10 ha. Mulai dulu yang itu, kalau sudah berjalan kita upayakan untuk bisa tambah lahan supaya semua orang yakin bahwa ada hasil. Kami membutuhkan kerjasama dan kami membutuhkan investasi dan semuanya serius untuk kepentingan kesejahteraan masyarakat," jelas Lebu Raya.

Ia mengatakan, pembangunan mangan di NTT diminta untuk membawa kesejahteraan masyarakat disini.

"Sehingga tenaga kerja lokal banyak diserapkan di PT. Gulf Mangan Grup. Besar harapkan kami supaya banyak tenaga kerja yang direkrut disini," harap Lebu Raya.(*)

Penulis: Gordi Donofan
Editor: Alfons Nedabang
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help