PosKupang/

DIlantik HAKKA Pusat

Pengurus HAKKA NTT Harus Sukses dalam Menjalankan Tugas

Usai pembacaan dilanjutkan dengan penyerahan SK kepengurusan yang diserahkan Sekjen PHIS kepada Ketua Perkumpulan HAKKA NTT, Yano Laemonta.

Pengurus HAKKA NTT Harus Sukses dalam Menjalankan Tugas
pk/eko
Ketua HAKKA NTT, Yano Laemonta mengibarkan pataka HAKKA setelah menerima dari Wakil Ketua Umum Pengurus Pusat HAKKA, Hendra Yan Chandra di Restoran Oriental, Minggu (12/11/2017). 

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Pengurus Pusat Perkumpulan HAKKA Indonesia Sejahtera (PHIS) resmi terbentuk di NTT. Pembentukan pengurus periode 2017-2022 itu ditandai dengan penyerahan surat keputusan (SK) kepengurusan dan penyerahan pataka dari pengurus pusat ke pengurus NTT di Restoran Oriental, Kupang, Minggu (12/11/2017).

Ketua Umum Perkumpulan Hakka Sejahtera Indonesia, Sugeng Prananto, dalam pesannya yang disampaikan lewat video, mengucapkan sukses atas terbentuknya kepengurusan HAKKA NTT. Dia berharap, pengurus HAKKA NTT dapat menjalankan tugasnya dengan baik.

"Saya ucapkan selamat atas pelantikan ini. Semoga sukses dalam menjalankan tugas membangun HAKKA Indonesia," ujarnya.

Pelantikan ditandai dengan pembacaan SK Pengurus Pusat PHIS tentang susunan kepengurusan Perkumpulan HAKKA NTT. Usai pembacaan dilanjutkan dengan penyerahan SK kepengurusan yang diserahkan Sekjen PHIS kepada Ketua Perkumpulan HAKKA NTT, Yano Laemonta.

Setelah penyerahan SK, dilanjutkan dengan penyerahan pataka HAKKA dari Wakil Ketua PHIS, Hendra Yan Chandra kepada Yano Laemonta. Setelah itu dilanjkan dengan penyerahan piagam penghargaan kepada semua pengurus HAKKA NTT.

Acara pelantikan ini dihadiri ratusan peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Terdata peserta dari luar NTT berasal dari Medan, Belitung, Batam, Bali, Jakarta, Lombok, Surabaya dan lainnya.

Sekretaris Perhimpunan HAKKA NTT, David Kenenbudi di sela-sela pelantikan, mengatakan, HAKKA adalah orang-orang Suku Han dari China Utara. Ceritanya, karena di China Utara ada perang antar-suku, mereka kemudian pindah ke China Selatan. Oleh orang China Selatan, para pengungsi ini dipanggil dengan nama Ke Ren.

"Dan, karena sudah lama sekali tinggal di sana, mereka akhirnya mengaku sebagai tuan tanah sehingga dipanggil HAKKA. Seperti di Timor sini orang bilang Atoin Meto. Dan, mungkin karena sifatnya yang suka merantau, akhirnya mereka tersebar di seluruh dunia. Di Indonesia komunitas ini sangat besar," jelas David Kenenbudi.

Menurut David, kepengurusan HAKKA di Indonesia sudah lama terbentuk. Dan untuk NTT baru kali ini akan dilantik. Selanjutnya, Pengurus Pusat PHIS akan melantik HAKKA Atambua.

Panitia Seksi Publikasi dan Humas, Mulyono Subroto menambahkan, seluruh undangan akan dijamu pada Minggu siang. "Setelah itu, tanggal 13 November semua peserta akan kami bawa ke Kolbano dan Oetune, Kabupaten TTS. Di sana akan kami sajikan berbagai atraksi tradisional khas NTT. Jadi kami akan perkenalkan budaya NTT kepada mereka," kata Mulyono. **

Pengurus HAKKA NTT
Ketua              : Yano Laemonta
Wakil Ketua   : Alex Sutjipto
Sekretaris I    : David Kenenbudi
Sekretaris II   : Elizabeth Tiwu
Bendahara I  : Alex Prasetio
Bendahara II  : Longky Liudianto
Bendahara III : Fredy Lay
Ketua Harian : Irwan Surya

Penulis: sipri_seko
Editor: sipri_seko
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help