PosKupang/

Pelaku Pariwisata Tolak Semenisasi di Taman Nasional Kelimutu

Mereka menilai semenisasi merusak keindahan dan eksostisme Danau Kelimutu itu sendiri.

Pelaku Pariwisata Tolak Semenisasi di Taman Nasional Kelimutu
POS KUPANG/ROMUALDUS PIUS
Para pelaku pariwisata Kelimutu berdialog dengan pengelola Taman Nasional Kelimutu, Senin (13/11/2017). 

Laporan Reporter Pos Kupang.com, Romualdus Pius

POS-KUPANG.COM | ENDE - Para pelaku pariwisata yang terdiri dari guide dan pemilik home stay juga tukang ojek serta sopir menolak pelaksanaan semenisasi di Taman Nasional Kelimutu, utamanya di kawasan Danau Kelimutu.

Mereka menilai semenisasi merusak keindahan dan eksostisme Danau Kelimutu itu sendiri.

Hal ini terungkap dalam dialog antara para pelaku pariwisata dengan pengelola Taman Nasional Kelimutu di Aula Kantor Taman Nasional Kelimutu, Senin (13/11/2017).

Baca: Gemasi Mabar Minta Polisi dan Jaksa Tak Terima Sesuatu dalam Kasus Proyek Jalan Lando Noa

Dalam dialog dengan Kepala Seksi Wilayah 1 Moni, Taman Nasional Kelimutu, Benediktus Rio, para pelaku pariwisata yang diwakikili oleh Hendrianus Bata Sam Sama mengatakan bahwa mereka menolak dengan keras pelaksanaan pembangunan sejumlah infrastruktur yang ada di sekitar kawasan Danau Kelimutu yang terbuat dari semen karena dianggap telah merusak pemandangan di Kelimutu.

Oleh karena itu, pihaknya meminta kepada Balai Taman Nasional Kelimutu selaku pihak yang mengelola Taman Nasional Kelimutu untuk segera menghentikan pelaksanaan sejumlah bangunan yang ada Kelimutu.

Mereka mengaku tidak keberatan kalau beberapa sarana yang memang vital seperti kamar WC ataupun penempatan tempat sampah di kawasan Danau Kelimutu, namun yang disayangkan adalah saat ini sudah ada bahkan ada yang sedang dibangun beberapa jenis bangunan yang justru terkesan merusak keelokan Danau Kelimutu.

Baca: Korupsi e-KTP - Pengacara Setya Novanto Tegaskan KPK Tidak Bisa Kesampingkan Semua UU

Semestinya, ujar Hendrianus, selaku tempat wisata alam, biarlah Danau Kelimutu tetap alami karena hal itu akan lebih dirasa menarik di mata para wisatawan.

Halaman
12
Penulis: Romoaldus Pius
Editor: agustinus_sape
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help