PosKupang/

Kepala Sekolah SD GMIT Dilatih Tentang Disiplin Positif

Ini penjelasan dari Rektor UKAW terkait dengan kegiatan yang melihatkan kepala SD GMIT di Kota Kupang

Kepala Sekolah SD GMIT Dilatih Tentang Disiplin Positif
Pos Kupang/Apolonia Matilde Dhiu
Rektor UKAW Kupang, Franky J Salean, mengalungkan selendang kepada Willi Toisuta di Aula Gedung O Ukaw Kupang, Senin (13/11/2017)

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Apolonia Matilde Dhiu

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Para Kepala Sekolah Dasar (SD) di lingkup Yayasan Pendidikan Kristen (Yapenkris) di Kabupaten Kupang dan Kota Kupang dilatih tentang Disiplin Positif di Aula O, Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW) Kupang, Senin (13-14/11/2017).

Kegiatan ini diselenggarakan oleh FKIP Ukaw Kupang dan Willi Toisuta Assosiate Jakarta.

Dekan FKIP Ukaw Kupang, June Jacob, kepada Pos Kupang disela-sela kegiatan, mengatakan, sekarang ini banyak terjadi kekerasan di sekolah terutama kekerasan verbal yakni saat interaksi antara guru dan anak.

Ia mengatakan, kekerasan bisa menurunkan imajinasi dan kreativitas anak, perasaan bagaimana anak bisa berinteraksi di kemudian hari, bisa membuat anak rendah diri, bisa juga dari konteks anak bersosialisasi dengan teman sebayanya, hal yang sama bisa ia lakulan misalnya bulying, jika guru juga melakukan hal tersebut kepada anak di sekolah.

Menurutnya, FKIP Ukaw Kupang tidak mau hal-hal ini terus terjadi di sekolah. Oleh Karena itu, FKIP UKAW Kupang, mengundang para kepala sekolah SD GMIT yang ada dibawah naungan Yayasan Pendidikan Kristen (Yapenkris) di Kabupaten Kupang dan Kota Kupang untuk mengikuti kegiatan ini.

"Memang masih terbatas dengan konteks yang kecil karena keterbatasan dana. Tetapi demikian sebenarnya kami ingin membuka jaringan (Networking) kerja sama dengan GMIT, Willi Toisuta and Assosiate Jakarta. Karena sebagai penyelenggara ke depan bisa mendapatkan biaya dari GMIT dan sumber daya manusia dari Willy Toisuta and Assosiate. Kalau tiga kelompok ini bisa bekerja sama sehingag bisa mengangkat mutu pendidikan di NTT," katanya.

Selama ini, katanya, mutu pendidikan kita masih rendah, dimana anak-anak memiliki keterbatasan yang sangat tinggi terkait menangkap dan mencerna pelajaran yang disampaikan oleh para guru.

Dalam hal ini Dr. Willy Toisuta membuka wawasan para kepala sekolah terutama bahwa hal yang diajarkan oleh orang tua kepada anak, sebenarnya tidak membuat mereka kreatif dalam belajar.

"Ini sesuatu yang baru bagi para guru di sini, dimana guru menciptakan suasana belajar di sekolah sehingga anak dengan suka hati ke sekolah dan mau belajar," katanya.

Halaman
12
Penulis: apolonia_m_dhiu
Editor: marsel_ali
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help