Ini Alasan Mengapa Siswa SMAK Syuradikara Angkat Human Trafficking di Pagelaran Teater

Ternyata, human trafficking sudah menjadi perhatian dari berbagai kalangan termasuk di SMAK Syuradikara Ende

Ini Alasan Mengapa Siswa SMAK Syuradikara Angkat Human Trafficking di Pagelaran Teater
Net
SMAK Syuradikara Ende 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Romualdus Pius

POS-KUPANG.COM | ENDE - Human Trafcking atau perdagangan orang masih menjadi ancaman bagi kehidupan masyarakat Flores khususnya di Kabupaten Ende.

Hal ini terungkap dalam pegelaran teater yang dibawakan oleh para siswa/i SMAK Syuradikara dan SMK Syuradikara, Ende, Jumat (10/11/2017) di Lapangan Bola SMAK dan SMKK Syuradikara, Jalan Wirajaya, Kelurahan. Onekore, Kecamatan. Ende Tengah, Kabupaten Ende.

Teater musikal bertema "Tungku Haram" yang disutradarai oleh Pater Yoan Wadu, SVD diselenggarakan dalam rangka memperingati hari Pahlawan yang ke-72 Tahun 2017.

Ilustrasi
Ilustrasi (Net)

Pementasan teater itu dihadiri Kepala Sekolah SMA Syuradikara Pater Stefanus Sabon Aran, SVD. MPd, para biarawan/biarawati, tenaga pendidik dan guru, orang tua, undangan serta seluruh murid-murid SMAK Syuradikara.

Kepala Sekolah SMAK Persekolahan Santo Paulus Syuradikara, Pater Stef Sabo Aran, SVD pada ucapan selamat datang kepada para undangan meminta dukungan dari semua pihak agar kegiatan teater Evergrande dengan Tema "Tungku Haram" yang di selenggarakan oleh para pelajar Siwa/Siswi SMAK Syuradikara dapat berjalan dengan baik.

Dikatakan masalah human trafiking berarti berbicara soal kaum perempuan dan anak-anak, yang kerap menjadi korban perdagangan manusia atau yang dikenal dengan "Human Trafficking" yang mana kerap terjadi penindasan kepada kaum perempuan dan anak yang dipekerjakan secara paksa.

Dengaan adanya pementasan taeter tersebut kiranya bisa menggugah pandangan publik akan kasus-kasus human traficking karena kejadiannya tidak lagi sekedar menjadi bahan cerita namun benar-benar terjadi dan kasusnya dari waktu-waktu ke waktu terus mengalami peningkatan.

Dengan adanya kesadaran dari publik maka diharapkan bisa menekan kasus-kasus perdagangan orang yang saat ini tidak lagi hanya menimpa perempuan dan anak namun juga laki-laki.

Sementara itu Kapolres Ende, AKBP Ardiyan Mustaqim dalam sambutannya yang diwakili Kapolsek Ende, AKP Oka Deswanta SH mengatakan, Kepolisian Resor Ende memberikan apresiasi dengan adanya kegiatan teater yang mengambil tema "Tungku Haram" yang merupakan ide kreatif dari Siswa/Siswi Syuradikara.

Dikatakan, hendaknya kegiatan semacam ini terus berlanjut sehingga dapat memotifasi anak muda lainya. (*)

Penulis: Romualdus Pius
Editor: Marsel Ali
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help