PosKupang/

Ada Apa Yah! Bupati Lembata Tolak Menggunakan Mobil Dinas Pengadaan Baru

Ini alasannya mengapa Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur menolak menggunakan kendaraan dinas pengadaan baru

Ada Apa Yah! Bupati Lembata Tolak Menggunakan Mobil Dinas Pengadaan Baru
Internet
Bupati Lembata Yance Sunur

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Frans Krowin

POS KUPANG.COM | LEWOLEBA - Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur, tidak mau menggunakan mobil dinas baru merek Pajero Sport yang baru tiba di Lewoleba dua pekan lalu.

Sikap Bupati Sunur itu terlihat ketika ia dijemput dengan mobil tersebut namun ia menolaknya.

"Siapa yang suruh menjemput saya dengan menggunakan mobil ini? Saya 'kan sudah meminta supaya mobil ini tidak boleh digunakan," ujar Bupati Sunur dengan nada tegas, saat tiba di Bandara Wunopito Lewoleba, Jumat (10/11/2017).

Saat itu, Bupati Sunur baru tiba di Lembata, setelah pulang dari Jakarta untuk suatu urusan dinas.

Ketika itu ia didampingi Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Keuangan Daerah, Anthanasius Aur Amuntoda.

Setelah ia menolak menggunakan mobil pajero sport yang baru diatur pengadaannya, Bupati Sunur lantas melangkah menuju mobil operasional Direktur RSUD Lewoleba, yang diparkir tak jauh dari mobil pajero sport.

Tatkala melangkah menuju mobil RSUD Lewoleba, Bupati Sunur memerintahkan sopir EB 1, Omi Wuwur untuk tidak menggunakan lagi mobil tersebut dalam berbagai kepentingan, baik menjemput atau pun mengantarnya selama melaksanakan tugas dinas.

"Mulai sekarang, jangan menggunakan lagi mobil ini," tandas Bupati Sunur sambil melangkah.

Amuntoda yang mendampingi Bupati Sunur, tak berbicara sepatah katapun terkait hal tersebut.

Setelah berada di dalam mobil dinas RSUD Lewoleba, sang sopir pun langsung tancap gas. Sementara Omi Wuwur mengemudikan kendaraan EB 1 tersebut dengan mengekor pada mobil yang ditumpangi Bupati Sunur.

Saat dikonfirmasi Pos Kupang tentang hal tersebut, Omi Wuwur mengatakan, mobil pajeri sport tersebut merupakan kendaraan dinas baru.

Sejak tiba di Lewoleba, Lembata, Bupati Sunur menolak menggunakannya.

Ada pun alasan bupati menolak menggunakan kendaraan tersebut, ungkap Omi, adalah mobil EB 1 tersebut telah diminta untuk dicat warna hitam. Tapi kenyataannya, mobil tersebut hanya dibalut dengan scotlite warna hitam.

"Bapa Bupati juga sudah minta untuk segera diperiksa seluruh kelengkapan administasi terkait pengadaan kendaraan itu. Saat ini kami sedang menunggu surat-surat itu," ujarnya.
Omi menyebutkan, dirinya telah menyampaikan kepada panitia pengadaan kendaraan tentang kondisi mobil dinas orang nomor satu di Kabupaten Lembata tersebut. Tapi sampai sekarang belum ada respon dari panitia. (*)

Penulis: Frans Krowin
Editor: marsel_ali
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help