Stevanus Pertahankan Sabuk Juara, Panen Bonus dari Andhy Gani Nena Wea

Dua petinju asal NTT tampil meyakinkan, Stevanus Nana Bau di kelas terbang 58,8 kg dan Thomas Tupe Hurek di kelas terbang 50,8 kg,

Stevanus Pertahankan Sabuk Juara, Panen Bonus dari Andhy Gani Nena Wea
ISTIMEWA
Andhy Gani Nena Wea Komut BUMN PP menyematkan sabuk juara kepada Stefanus Nana Bau 

Sementara itu, Ketua Umum FKM Flobamora Marsel Muja pada kesempatan itu mengapresiasi kejuaraan tinju tersebut sebagai wadah untuk mengembangkan tinju profesional tanah air. Bangga karena diaspora NTT lewat FKM Flobamora dapat memberikan kontribusi bagi dunia tinju nasional.

Harapannya, para atlit terus tekun berlatih agar dapat mengukir prestasi di tingkat nasional hingga internasional ,smbung Marsel pengusaha tambang pasir.

"Prestasi tertinggi hanya bisa diraih melalui pembinaan dan kompetisi rutin disertai disiplin dan tekad baja," kata Marsel putra Ngada yang senang mengorbitkan putra NTT di bidang olahraga dan seni budaya.

Andhy Gani Nuna Wea pada kesempatan itu mengapresiasi penyelenggaraan kejuaraan tinju tersebut. Para atlet yang bertanding juga diingatkan untuk terus berpretasi dan selalu menjunjung tinggi sportivitas dalam bertanding.

"Banyak media yang belum meliput kegiatan seperti ini, untuk itu saya akan memfasilitasi dengan berbagai pihak termasuk Kementrian Olahraga. Perlu keterlibatan banyak pihak khususnya media sehingga public dapat mengikuti perkembangan dunia tinju di tanah air. Teruslah meraih prestasi, menuju puncak dan mengharumkan nama bangsa," harap Andhy yang pernah duduk di kepengurusan KONI. Andhy yang larut bangga dengan penampilan yang mampu mempertahankan sabuk juaranya, dengan spontan memberikan bonus tiket dan akomodasi selam 2 hari di Singapore kepada Stev dan Pelatinya.

Kepala Kantor Perwakilan NTT di Jakarta Berto Lalo yang turut hadir mengatakan kegiatan tersebut sangat positif untuk menampilkan petinju-petinju berbakat asal NTT maupun daerah lain ke pentas nasional dan internasional, saya harus berterima kasih kepada FKM Flobamora dan Willem Lojor, tak pernah lupa membawa kultur NTT dalam setiap even yang mereka selenggarakan. Kita lihat warna Lembata sangat kental. Orang mengenal Maumere ketika lagu Ge Mu Fami Re membumi di seantero Indonesia, sekarang kalau bicara tinju professional orang akan bicara Lembata.

"Ini sangat positif dan kami sangat mendukung. Harapannya kegiatan ini terus rutin dilaksanakan, minimal empat bulan sekali," kata Sulaeman Hamzah anggota DPR RI F.Nasdem dari Papua didampingi Berto Lalo.

Ketua Panitia Frans Watu juga menyampaikan terima kasih atas dukungan semua pihak. Bagi dia, kegiatan tersebut merupakan langkah kecil menuju industri olahraga tinju profesional tingkat dunia. Sayang kegiatan ini dilaksanakan di jam kerja sehingga tidak banyak masyarakat yang hadir , namun tidak mengurangi semangat para petinju yang bertanding.

Sementara itu, tak kalah menarik di partai kelima, bertanding Thomas Tupe Hurek dari Citra Lembata BC NTT yang kini peringkat 3 nasional ATI melawan Tobias Rorafui dari Mutiara Aru BC Dobo.

Kedua petinju sama-sama tampil bertanding dengan gaya konter boxer. Pertandingan kelas terbang 50,8 Kg selama enam ronde memperebutkan Sabuk Dirut Wacoal Indonesia Dr.Suryadi Sasmita tersebut pun berakhir dengan kemenangan Thomas Tupe Hurek.

Halaman
123
Editor: Ferry Ndoen
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved