Kapolres Ende Bilang, Kasus Gratifikasi Masih Lidik

Ini penjelasan Kapolres Ende terkait dengan dugaan gratifikasi yang melibatkan oknum anggota DPRD Ende

Kapolres Ende Bilang, Kasus Gratifikasi Masih Lidik
Pos Kupang/Romualdus pius
Kapolres Ende, AKPB Ardiyan Mustaqim 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Romualdus Pius

POS-KUPANG,COM | ENDE - Kapolres Ardiyan Bilang Kasus Dugaan Gratifikasi Masih Lidik. Kapolres Ende, AKBP Ardiyan Mustaqim mengatakan, kasus dugaan gratifikasi yang diduga melibatkan oknum DPRD Ende dengan Dirut PDAM Ende, Soedarsono belum ada perkembangan karena polisi masih mengumpulkan barang bukti.

Katanya, kasus tersebut masih dalam tahap lidik sehingga belum ada bukti-bukti baru yang mengarah ke tindak pidana korupsi.

Hal tersebut dikatakan Kapolres Ende, AKBP Ardiyan Mustaqim di ruang kerjanya, Kamis (9/11/2017) ketika dikonfirmasi terkait kasus dugaan gratifikasi.

Dikatakannya, anggota DPRD Kabupaten Ende yang diduga melakukan tindakan gratifikasi telah mengembalikan uang sehingga dengan demikian tidak ditemukannya adanya dugaan yang mengarah pada tindak pidana korupsi.

Pihaknya tetap berkomitmen untuk mengusut ataupun menyelesaikan berbagai tindak pidana dugaan korupsi karena memang itu menjadi salah satu tugas kepolisian.

Namun demikian, dalam mengusut kasus dugaan korupsi tentu tidak sekedar berdasarkan asumsi ataupun dugaan semata namun harus disertai dengan bukti-bukti jelas yang memang mengarah pada tindak pidana korupsi.

Pihaknya, bekerja secara profesional bukan berdasarkan tekanan ataupun permintaan pihak tertentu.

"Kalau memang ada indikasi kuat terjadi dugaan tindak pidana korupsi tentu akan diusut namun perlu diingat bahwa kasus korupsi berbeda dengan tindakan kriminal lainnya seperti pemukulan ataupun pencurian yang pelakunya langsung diketahui," kata Kapolres Ardiyan.

Tentang tudingan bahwa dirinya selaku Kapolres Ende terkesan mempetieskan kasus dugaan gratifikasi, Kapolres Ardiyan mengatakan, silahkan saja menuding ataupun menduga hal tersebut namun hal yang perlu diingat bahwa dirinya tidak punya kepentingan dengan kasus tersebut.

Soal dirinya yang selalu tidak berada di tempat setiap kali ada aksi demo, katanya, hal itu bukan berarti dirinya menghindar namun karena memang dirinya benar-benar tidak berada di tempat pada saat ada aksi demo.

Meskipun tidak berada di tempat, ia selalu mendapatkan laporan dari para staf sehingga dengan demikian dirinya tahu soal adanya aksi demo. (*)

Penulis: Romualdus Pius
Editor: Marsel Ali
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved