PosKupang/

HPS Ke-37 Tingkat Kabupaten Nagekeo: Kami Bangga Konsumsi Pangan Lokal

Bukan sekedar pekikan, Elias Djo sedang mengajak semua orang Nagekeo untuk kembali ke pangan lokal, tidak tergantung pada beras.

HPS Ke-37 Tingkat Kabupaten Nagekeo: Kami Bangga Konsumsi Pangan Lokal
POS KUPANG/ADIANA AHMAD
Bupati Nagekeo, Elias Djo, Wakil Bupati Nagekeo, Paul Y Nuwa Veto bersama pimpinan OPD di lingkup Pemda Nagekeo mencicip berbagai penganan dari pangan lokal yang diolah ibu-ibu dari tim PKK kecamatan di Nagekeo dalam Peringatan HPS ke-37 Tibgkat Kabupaten Nagekeo di Tengatiba, Kecamatan Aesesa Selatan, Selasa (7/11/2017). 

Laporan Wartawan Pos-Kupang.com, Adiana Ahmad

POS KUPANG.COM |MBAY - "Kami Bangga Konsumsi Pangan Lokal".

Pekikan itu disampaikan Bupati Nagekeo, Elias Djo dalam Peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-37 tingkat Kabupaten Nagekeo di Desa Tengatiba, Kecamatan Aesesa Selatan, Selasa (7/11/2017).

Bukan sekedar pekikan, Elias Djo sedang mengajak semua orang Nagekeo untuk kembali ke pangan lokal, tidak tergantung pada beras.

Elias Djo mengatakan, orang Nagekeo tidak kekurangan pangan, hanya kekurangan beras. Kondisi ini, katanya, tidak bisa menggambarkan bahwa orang Nagekeo lapar karena di sekitar masyarakat Nagekeo masih ada umbia-umbian seperti; singkong, ubi jalar, Uwi, suza, pisang, jagung, jali, Jewawut (Wete), Sorgum (jagung solor), kacang goli, kacang uze, kacang lipe, kacang Se'e, sayur dan buah-buahan lokal.

"Jangan malu dan gengsi konsumsi pangan lokal kita. Kita harus bangga dan berayukur, Tuhan karuniakan pangan lokal tumbuh di daerah kita untuk menyanggah ketahanan pangan kita dalam mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah ini," kata Elias.

Elias mengatakan, dirinya tidak akan selalu mengingatkan seluruh masyarakat Nagekeo untuk mengkonsumsi pangan lokal. Kebiasaan itu, kata Elias, harus mulai dari pejabat, Pimpinan OPD, ASN pada setiap kegiatan pemerintahan. "Bila perlu kita buat gerakan sehari dalam seminggu tanpa nasi atau NONA SARI (no nasi sehari).

Bupati Nagekeo, Elias Djo, Wakil Bupati Nagekeo, Paul Y Nuwa Veto bersama pimpinan OPD di lingkup Pemda Nagekeo mencicip berbagai penganan dari pangan lokal yang diolah ibu-ibu dari tim PKK kecamatan di Nagekeo dalam Peringatan HPS ke-37 Tibgkat Kabupaten Nagekeo di Tengatiba, Kecamatan Aesesa Selatan, Selasa (7/11/2017).
Bupati Nagekeo, Elias Djo, Wakil Bupati Nagekeo, Paul Y Nuwa Veto bersama pimpinan OPD di lingkup Pemda Nagekeo mencicip berbagai penganan dari pangan lokal yang diolah ibu-ibu dari tim PKK kecamatan di Nagekeo dalam Peringatan HPS ke-37 Tibgkat Kabupaten Nagekeo di Tengatiba, Kecamatan Aesesa Selatan, Selasa (7/11/2017). (POS KUPANG/ADIANA AHMAD)

Elias mengungkapkan, sampai akhir tahun 2017, ketersediaan pangan setara beras atau pangan masih mencukupi.

"Rata-rata pola pangan harapan selama lima tahun terakhir mencapai skor 78 atau baik, menunjukan rata -rata pengaturan pola konsumsi masyarakat Nagekeo proporsional dan memenuhi prinsip beragam, bergizi, seimbabg fan ama (B2SA)."

"Masyarakat kita yang dulu berprinsip Yang Penting Kenyang tanpa memperhatikan pola makan B2SA saat ini sudah mulai berkurang. Terbukti dalam perlombaan menu makanan lokal di tingkat Propinsi NTT di Alor, Nagekeo meraih peribgkat pertama dan mewakili NTT dalam perlombaan yang sama ke tibgkat nasional," kata Elias.

Halaman
12
Penulis: Adiana Ahma
Editor: agustinus_sape
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help