Anggaran Pemda Belu Berpihak Malaria Prioritaskan Pembasmian Nyamuk

sangat positif dan mulia, memiliki dampak yang luas, apalagi saat ini musim penghujan

Anggaran Pemda Belu Berpihak Malaria Prioritaskan Pembasmian Nyamuk
edy bau
POS KUPANG/EDY BAU BUKA KEGIATAN ADVOKASI -Bupati Belu, Willy Lay didampingi Kadis Kesehatan Belu, Theresia Saik membuka kegiatan advokasi dan sosialisasi penyusunan rencana aksi daerah pemberantasan TBC dan Malaria di lantai II Hotel Permata Atambua, Selasa (7/11/2017). 

POS KUPANG.COM, ATAMBUA-Menyadari Kabupaten Belu sebagai satu dari enam daerah endemik malaria di NTT, Bupati Belu, Willy Lay meminta adanya gerakan bersama, termasuk alokasi anggaran yang berpihak pada pemberantasan nyamuk.

"Kita ingin aksi secara nyata berantas malaria, tidak sekedar biasa. Karena itu secara nyata para bidan di puskesmas tanggung jawab pada masyarakat," kata Bupati Belu, Willybrodus Lay dalam arahan sekaligus membuka pertemuan advokasi dan sosialisasi penyusunan rencana aksi daerah dalam rangka penguatan komitmen daerah menuju eliminasi Tuberkolosis (TB) 2035 dan Malaria 2023, di Hotel Permata Atambua, Selasa (7/11/2017).

Dikatakannya, penyakit malaria merupakan persoalan serius yang menjadi perhatian utama dan harus diberantas. Oleh karena itu menjadi tugas semua komponen untuk terlibat dalam memberantas malaria.

Pemberantasan penyakit malaria harus seimbang dengan dana dan komitmen fokus dana bagi pemberantasan mafia. Pemda minta keterlibatan dana signifikan mengimbangi provinsi guna mencegah malaria.

"Pemda mendukung program berantas malaria. Keberpihakan anggaran sangat penting, karena itu sampai ke provinsi kalau ingin mengeliminir, kami dukung tapi harus dengan keterlibatan anggaran yang memadai," katanya.

Kegiatan advokasi, lanjut Bupati Willy, sangat positif dan mulia, memiliki dampak yang luas, apalagi saat ini musim penghujan. Tentu banyak jentik nyamuk dan melalui kegiatan ini bisa mendapat solusi memberantas penyakit tersebut.

"Intinya harus komitmen. Langkah-langkah apa yang harus kita buat eliminasi malaria pada tahun 2023 bisa terlaksana," ujar Bupati Willy.

Panitia kegiatan, Rosa Asa dalam laporannya mengatakan, Indonesia masih merupakan salah satu dari negara dengan beban TB tertinggi. Sesuai hasil survei prevalensi TB Indonesia tahun 2013-2014 diperkirakan kasus TB sebanyak 1.600.000 kasus sedangkan kasus baru TB sebanyak 1.000.000 kasus dan mortalitas TB 100.000 kasus.

Dengan angka notifikasi kasus tahun 2014 sebanyak 324.000 kasus, maka Casey detectiin TB di Indonesia banyak sekitar 32 persen. Sebanyak 68 persen kasus masih belum diobati atau sudah diobati tetapi belum tercatat oleh program.

Hal ini memacu penanggulangan TB nasional terus melakukan intensifikasi, akselerasi, ekstensifikasi dan inovasi program melalui strategi nasional penanggulangan TB. Guna menangani itu, Kemenkes telah menyusun rencana aksi nasional penanggulangan TB tahun 2016-2020 dan menetapkan target-target guna dicapai di akhir tahun 2020.

Kegiatan sehari ini dihadiri Tim Advokasi Provinsi NTT, Kadis Kesehatan Belu serta para peserta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, tokoh agama, masyarakat dan seluruh kepala puskesmas. (roy)

Penulis: Fredrikus Royanto Bau
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Antara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved