PosKupang/

Berantas Pungli dan Uang Pelicin

Setelah ditahan dan diamankan di Pelabuhan Atapupu, pihak Bea Cukai Atambua turun tangan. Sempat ada upaya untuk

Berantas Pungli dan Uang Pelicin
ilustrasi

POS KUPANG.COM -- Awal Oktober 2017 petugas Bea Cukai Belu menemukan adanya benda yang diduga diselundupkan dari Timor Leste di Pelabuhan Atapupu, Kabupaten Belu.

Belakangan diketahui benda itu adalah bagian-bagian (spare part) sepeda motor mewah, Harley Davidson.

Temuan bagian-bagian sepeda motor mewah ini berawal dari kecurigaan aparat intelijen Kodim 1605/ Belu yang kemudian menahan sebuah kontainer sebelum diberangkatkan oleh PT. Mentari Line menuju Surabaya, Jawa Timur.

Setelah ditahan dan diamankan di Pelabuhan Atapupu, pihak Bea Cukai Atambua turun tangan. Sempat ada upaya untuk membuka kontainer tersebut namun gagal karena pemilik barang belum ada di tempat saat itu dan harus menunggu atasan dari kantor wilayah (kanwil) dari kantor Bea Cukai Pusat.

Pada saat penahanan kontainer itu, Selasa (3/10/2017), Kepala Operasional PT. Mentari Line, Maksi Keru mengakui tidak mengetahui persis isi kontainer karena belum memeriksa barang dalam puluhan peti kayu. Menurut pengakuan pemilik barang bernama Doni, kata Maksi, peti-peti kayu itu berisi barang pindahan.

Jalan panjang mengungkap pemilik dan pelaku yang diduga menyelundupkan barang mewah tersebut terus dilakukan aparat keamanan di Belu.

Dan, temuan itu memunculkan dugaan adanya uang suap atau pelicin yang jumlahnya mencapai ratusan juta rupiah. Namun, Kepala Kantor Bea Cukai Atambua, Tribuana Wetangterah telah menampik adanya uang pelicin tersebut.

Dugaan adanya uang pelicin butuh pembuktian. Kita berharap aparat Polres Belu dan Bea Cukai tetap sigap untuk menyerap semua informasi yang ada.

Kita mendukung penuh kerja kepolisian dan aparat Bea Cukai untuk memastikan siapa pemilik bagian-bagian sepeda motor mewah tersebut dan apakah pengiriman barang itu sudah sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Kiranya menjadi ikhtiar kita bersama untuk menjaga pintu perbatasan antara negara Indonesia dengan Timor Leste bebas dari praktik suap dan uang pelicin.

Kita tidak ingin oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab memanfaatkan pintu perbatasan untuk kepetingannya sendiri apalagi mencoreng nama baik institusi yang mengawal harga diri bangsa Indonesia di perbatasan.

Untuk itu, upaya mengendus praktik-praktik curang seperti pungli dan suap harus terus dilakukan. Bila terbukti ada oknum yang bermain, maka sudah seharusnya diproses sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Perlu peringatan keras untuk para pelaku penyelundupan dan penyuap aparat bahwa ada hukum yang sangat tegas di wilayah NKRI, sehingga tidak ada lagi oknum yang bermain untuk kepentingan pribadi di tapal batas negeri.

Kita juga berharap pimpinan Bea Cukai terus melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap stafnya agar tetap taat hukum dan bekerja sesuai tupoksi secara bertanggungjawab.*

Penulis: PosKupang
Editor: Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help