Berita Flores Lembata Alor

VIDEO: Masih Dalam Lukisan Buram, Dua Tahun Terakhir, 69 Anak di Ende Jadi Korban Kekerasan

Saat ini masalah kekerasan terhadap anak di Kabupaten Ende setiap tahun selalu ada.

Laporan Wartawan Pos Kupang.Com, Romualdus Pius

POS-KUPANG.COM | ENDE-- Saat ini masalah kekerasan terhadap anak di Kabupaten Ende setiap tahun selalu ada.

Data kasus yang diperoleh yaitu untuk tahun 2016 jumlah kasus kekerasan terhadap anak sebanyak 38 kasus dan sampai pada periode Bulan Januari sampai September 2017 telah terjadi 31 kasus sehingga total ada 69 kasus kekerasan dalam dua tahun terakhir yang menimpa anak.

Jumlah kasus ini merupakan kasus yang terlapor di pihak Kepolisian Resort Ende dan masih banyak kasus-kasus yang ada di masyarakat yang tidak terlaporkan.

Kasi Perlindungan anak, Dinas Sosial dan Pemberdayaan dan Perlindungan Anak Kabupaten Ende, Maria Goreti Nau mengatakan hal itu pada pembukaan kegiatan semiloka tentang kekerasan dan upaya pemenuhan hak anak di Kabupaten Ende, Senin (6/11/2017) di Wisma Emaus, Jalan Diponigoro, Kota Ende.

Bupati Ende, Ir Marsel Petu dalam sambutannya yang dibacakan oleh Asisten 1 Setda Ende, Kornelis Wara mengatakan berbicara tentang anak, tidak pernah mencapai titik habis dalam pergumulan hidup kita.

Sehubungan dengan hal itu, dalam segala sendi kehidupan, anak mesti diperhatikan ekstra dan diperlakukan sebagai pribadi ciptaan Allah yang merdeka, berkehendak bebas, berharkat dan bermartabat.

Dikatakan saat masih dihadapkan pada praskis hidup bahwa hak-hak anak sering diabaikan dalam banyak aspek kehidupan. Kerapkali mendengar adanya informasi kelam seperti, kekerasan anak, pemerkosaan, pencabulan, pembunuhan anak, perdagangan anak dan semacamnya yang merusak hak-hak anak dan masa depannya.

Di samping itu, juga sering medengar adanya hak-hak anak yang diabaikan dalam proses peradilan pidana.

Inilah lukisan-lukisan buram kehidupan anak bangsa yang tentunya sangat menggugah nurani kemanusiaan dan menggugat atensi semua. (*)

Penulis: Romualdus Pius
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help