Warga Pora, Mabar Tanya Polisi Soal Penanganan Kasus Meninggalnya Feliks Gadur

Merasa terlalu lama penanganan kasus kematian, warga Pora, Desa Tentang mendatangi Mapolres Manggarai Barat

Warga Pora, Mabar Tanya Polisi Soal Penanganan Kasus Meninggalnya Feliks Gadur
Pos Kupang/Servan Mammilianus
Warga Pora, Desa Tentang, Kabupaten Manggarai Barat saat mendatangi Mapolres setempat 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Servan Mammilianus

POS-KUPANG.COM, LABUAN BAJO - Sebanyak 30 orang warga Kampung Pora, Desa Tentang, Kecamatan Ndoso, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), mempertanyakan kinerja polisi terkait penanganan kasus kericuhan pertandingan sepak bola 6 bulan lalu, yang megakibatkan meninggalnya Feliks Gadur (41).

Korban yang merupakan penonton itu, meninggal dunia akibat keributan pada pertandingan Hari Minggu (7/5/2017) di lapangan sepak bola Tentang.

Puluhan warga itu mendatangi Markas Komando Kepolisian Resor (Mako Polres) Mabar, Senin (6/11/2017) pagi, mengenakan busana khas Manggarai, sarung songke dan baju putih.

Setelah menunggu sekitar 3 jam, utusan dari mereka akhirnya bisa bertemu dengan Wakil Kapolres (Wakapolres), Kompol Edward Jacky Tofany Umbu Kaledi, SH, S.IK, MM di ruangan Kapolres.

"Kami datang untuk menanyakan sejauh mana perkembangan penanganan kasus itu. Kami menilai sudah terlalu lama. Kami ingin mengetahui apa hambatannya," kata Mensu Nomer didampingi Aleksander Mantero, saat ditemui di Polres Mabar sebelum mereka bertemu Wakapolres saat itu.

wakapolres
Waka Polres Mabar, Kompol Edward Jacky Tofany Umbu Kaledi, SH, S.IK, MM

Wakapolres Kompol Edward, kepada wartawan usai menerima utusan warga tersebut mengatakan, pihak kepolisian baru memeriksa satu orang saksi.

"Sampai sekarang baru satu yang diperiksa. Kami masih perlu kerja sama dengan warga masyarakat. Banyak saksi yang tahu tetapi mungkin enggan untuk menjadi saksi," kata Edward.

Dia berjanji, pihak kepolisian secepatnya menyelesaikan penanganan kasus itu namun dia meminta agar masyarakat atau keluarga korban turut membantu.

"Kalau ada informasi atau orang yang tahu persis, segera sampaikan. Kami perlu data-data yang kuat untuk membuktikan. Butuh saksi-saksi untuk memperkuat," kata Edward.

Dia membenarkan, warga dari Pora hari itu datang untuk mengecek perkembangan penanganan persoalan tersebut.

"Warga dari Pora datang untuk cek perkembangan penanganan kasus, masalah sepak bola itu. Mereka tanya perkembangannya sudah sampai di mana. Kami menyampaikan bahwa sampai sekarang masih dalam proses penyidikan, pengumpulan informasi, saksi-saksi untuk memperkuat," kata Edward.

Menurutnya, pihak kepolisian butuh saksi-saksi yang melihat langsung kejadian itu.(*)

Penulis: Servan Mammilianus
Editor: Marsel Ali
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help