Mahasiswi Tewas di Kos

Keluarga Mahasiswi UNIMOR yang Meninggal di Kamar Kos Sebut Korban Tengah Berbadan Dua, Benarkah?

Warga perumahan pun berbondong-bondong mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengetahui peristiwa tersebut.

Keluarga Mahasiswi UNIMOR yang Meninggal di Kamar Kos Sebut Korban Tengah Berbadan Dua, Benarkah?
istimewa
Fransiska Maria Seran saat masih hidup 

POS-KUPANG.COM- Rabu (1/11/2017) Fransiska Maria F. Seran, mahasiswi Universitas Timor (Unimor) ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di kamar kosnya yang berada di perumahan BTN Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara.

Warga perumahan pun berbondong-bondong mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengetahui peristiwa tersebut.

Fransiska Maria F. Seran pertama kali ditemukan oleh Jems, pria yang diduga pacar korban.

Baca: 6 Fakta Meninggalnya Mahasiswi UNIMOR. Sebelum Meninggal, Sudah Jarang Keluar Kos

Tim Polisi dari Polres TTU langsung melakukan olah TKP dan menemukan sejumlah barang bukti seperti, pil vitamin C, obat datang bulan, makanan-makanan ringan dan kain yang ada bercak darah.

Jenazah korban sudah divisum dan sudah diserahkan kepada keluarga, Rabu malam (1/11/2017) untuk dihantar ke Kabupaten Malaka.

Kasat Reskrim Polres TTU, Iptu Nyoman Gede Arya mengatakan hal itu saat dikonfirmasi Pos Kupang, Kamis (2/11/2017).
Menurut Nyoman, hasil visum tidak menemukan tanda-tanda kekerasan dalam diri korban.

Baca: Sebelum Fransiska Pergi, Kakak Kandung Korban Firasat Aneh, Binatang Merah Berjalan di Atas Ranjang

Namun fakta mengejutkan justru diungkapkan oleh perwakilan keluarga korban, Osorio Gonsalves.

Ketika ditemui di Kefamenanu, Kamis (2/11/2017),  Gonsalves mengatakan, hasil visum yang diperoleh keluarga menunjukan korban dalam kondisi hamil lima bulan.

Keluarga mengetahui hal itu setelah mendapat informasi dari perawat keluarga yang ikut dalam proses visum di Rumah Sakit Umum Daerah Kefamenanu.

Baca: Sadis ! Pria Ini Bunuh dan Mutilasi Pacarnya, Daging Tubuhnya Dibuat Pelapis Boneka Pemuas Nafsu

Gonsalves mengatakan, keluarga menyerahkan sepenuhnya kepada polisi untuk melakukan proses penyelidikan.

Apabila, polisi berhasil mengungkapkan motif kematian korban yang diduga melibatkan orang lain, maka keluarga meminta polisi untuk proses hukum.

Jika polisi tidak berhasil menemukan dugaan keterlibatan orang lain maka keluarga juga menerima dengan lapang dada.

Penulis: Djuwariah Wonga
Editor: Djuwariah Wonga
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help