Ada Pastor Gugat Warga ke PN Atambua, Baca Komentar Tergugat Lho yang Sadar Dirinya Sebagai Umat

dirinya tidak pernah memperkarakan bidang tanah yang terletak di kawasan Paroki Santo Fransiskus Xaverius Bolan.

Ada Pastor Gugat Warga ke PN Atambua,  Baca Komentar Tergugat Lho yang Sadar Dirinya  Sebagai Umat
POS KUPANG/EDY BAU
Yosef Ama Bere Seran (kiri) didampingi kuasa hukumnya, Silvester Nahak memberikan keterangan kepada wartawa usai sidang di Pengadilan Negeri Atambua, Selasa (31/10/2017) sore. 

Laporan Wartawan Pos Kupang.Com, Atambua

POS-KUPANG.COM, ATAMBUA--Sejumlah pastor yang bertugas di Paroki Bolan, Kabupaten Malaka menggugat seorang warga atas nama Yosef Ama Bere Seran di Pengadilan Negeri Atambua. Gugatan ini mulai disidangkan pada Selasa (31/10/2017).

Tiga pastor menggugat Yosef antara lain, Romo Hirominus Masu, Romo Paulus Nahak, Romo Yosef Meak dan dua warga lainnya Gregorius Boko dan Karlus Seran.

Dalam sidang perdana yang dipimpin Majelis Hakim, Gustav Bles Kupa, Selasa (31/10/2017), terungkap bahwa para pastor ini menggugat Yosef Ama Bere Seran terkait sebidang tanah yang terletak di Kampung Misi, Desa Fahiluka, Kecamatan Malaka Tengah menurut para pastor merupakan tanah milik Paroki Bolan.

Usai sidang, Yosef Ama Bere Seran kepada wartawan mengatakan, dirinya tidak pernah memperkarakan bidang tanah yang terletak di kawasan Paroki Santo Fransiskus Xaverius Bolan.

"Bukan saya yang lapor. Saya tidak mengadu, saya yang digugat. Sehingga, saya datang untuk mendengar gugatan di pengadilan," kata Yosef.

Menurut Yosef, dirinya harus menyampaikan kepada publik untuk meluruskan informasi bahwa bukan dirinya yang menggugat para pastor. Bahkan, dirinya menghendaki agar ditempuh jalan keluar yang tidak merugikan satu sama lain.

"Untuk apa saya persoalkan tanah sebidang itu. Saya yang digugat, karena dirikan bangunan di atas tanah. Karena, tanah itu ada sertifikat atas nama saya dan bukan sertifikat orang lain," ujar Yosef.

Yosep mengaku tidak melawan Gereja Bolan, bahkan ingin membantu jika dicarikan solusi yang tepat.

"Saya umat Paroki Bolan. Saya ingin membantu gereja. Hanya masalah sebidang tanah terus saya perkarakan. Tidak. Ini saya yang digugat," ujarnya.

Kuasa Hukumnya, Silvester Nahak menegaskan kliennya yang digugat dalam perkara tanah yang sudah disidangkan di PN Atambua.

Pihaknya sudah siap menghadapi gugatan perkara tanah tersebut. Meski demikian, lanjut Silvester, lebih baik ditempuh jalur win-win solution agar tidak ada pihak yang dirugikan. Atas gugatan tersebut, kata Silvester akan disiapkan jawaban, eksepsi dan rekonvensi.

Jawaban para tergugat, akan disampaikan pada sidang yang berlangsung di PN Atambua pada 14 November mendatang. (*)

Penulis: Fredrikus Royanto Bau
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help