Sejak 2013 Puskesmas Bakunase Telah Periksa 1.318 Perempuan Terkait Kanker Serviks, Ini Hasilnya

Kepala Puskesmas Bakunase, dr M Ivonny Ray mengatakan hal tersebut saat ditemui di ruang kerjanya, Kupang, Selasa (31/10/2017).

Sejak 2013 Puskesmas Bakunase Telah Periksa 1.318 Perempuan Terkait Kanker Serviks, Ini Hasilnya
POS KUPANG/ANDRI ATAGORAN
Kepala Puskesmas Bakunase, dr M Ivonny Ray 

Laporan Reporter Pos Kupang, Andri Atagoran

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Sebagai puskesmas rujukan deteksi dini kanker serviks dan payudara serta terapi di NTT, Puskesmas Bakunase telah memulai layanan pemeriksaan kanker serviks sejak 2013.

Kepala Puskesmas Bakunase, dr M Ivonny Ray mengatakan hal tersebut saat ditemui di ruang kerjanya, Kupang, Selasa (31/10/2017).

Sejak melayani deteksi dini kanker serviks dan payudara, dr Ivonny mengatakan, Puskesmas Bakunase telah memeriksa 1.318 perempuan.

"Mereka menjalani pemeriksaan dengan pemeriksaan Inpeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA Test) di ruang khusus IVA Test dan hasilnya 109 yang mengalami IVA positif, enam pengidap kanker serviks dan satu pengidap kanker payudara," kata dr Ivonny.

Dokter Ivonny menambahkan, khusus bulan Oktober sebagai bulan kanker, Puskesmas Bakunase telah memeriksa
516 perempuan.

"Kami temukan duapuluh orang positif IVA satu orang pengidap kanker serviks dan satu orang kanker payudara," kata dr Ivonny.

IVA Positif, kata dr Ivonny merupakan sebuah kondisi di mana ditemukan bibit kanker pada perempuan saat pemeriksaan.

"Artinya kami temukan bibit kanker dan jika tidak dilakukan terapi maka dia akan merubah sel yang sehat menjadi sel kanker," kata dr Ivonny.

Dokter Ivonny menambahkan, sebagai puskesmas rujukan dan didukung Pemerintah Kota Kupang dalam hal ini, Dinas Kesehatan Kota Kupang, tenaga kesehatan Puskesmas Bakunase telah mengikuti pelatihan oleh kementerian kesehatan.

"Pelatihan ini khusus untuk deteksi dini kanker serviks dan kanker payudara," kata dr Ivonny.

Dokter Ivonny mengatakan, Puskesmas Bakunase melakukan layanan pemeriksaan kanker serviks dan payudara secara rutin di puskesmas setiap selasa dan Kamis.

"Berkat pemerintah Kota Kupang, pasien yang tidak mempunyai JKN hanya memberi retribusi Rp 5000," kata dr Ivonny. (*)

Penulis: Andri Atagoran
Editor: Agustinus Sape
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help