Dion D.B Putra : Eliminasi Penyakit Malaria di Ende Harus Jadi Gerakan Bersama

Dion D.B Putra mengatakan hal itu pada pelaksanaan sosialisasi eliminasi penyakit malaria

Dion D.B Putra : Eliminasi Penyakit Malaria di Ende Harus Jadi Gerakan Bersama
POS KUPANG/ROMUALDUS PIUS
Peserta sosialisasi foto bersama sebelum mengikuti kegiatan, Selasa (31/10/2017). 

Laporan Wartawan Pos Kupang.com, Romualdus Pius

POS-KUPANG.COM | ENDE--Eliminasi penyakit malaria di Kabupaten Ende harus menjadi gerakan bersama bukan hanya menjadi tugas dari Dinas Kesehatan selaku sektor terdepan dalam bidang kesehatan.

Anggota tim eliminasi penyakit malaria Provinsi NTT, Dion D.B Putra mengatakan hal itu pada pelaksanaan sosialisasi eliminasi penyakit malaria, Tingkat Kabupaten Ende, Selasa (31/10/2017) di Aula Hotel Satar Mese, Kota Ende.

Dion mengatakan dengan adanya gerakan bersama dari seluruh komponen masyarakat maka keberadaan penyakit malaria dapat segera tereliminasi dan harapan agar pada tahun 2024 Kabupaten Ende bebas dari penyakit malaria dapat terwujud.

Dikatakan untuk proses eliminasi penyakit malaria tentu tidak sekedar wacana di permukaan namun harus ada aksi nyata oleh masyarakat maupun pelaku kebijakan dalam ini pemerintah terutama Dinas Kesehatan selaku sektor terdepan dalam bidang kesehatan.

Dion mengatakan bahwa Kabupaten Ende masih merupakan daerah endemis penyakit malaria meskipun tingkat kesakitannya mulai mengalami penurunan.

Dikatakannya, dampak negatif yang ditimbulkan oleh keberadaan penyakit malaria tidak saja membuat seseorang menjadi tidak berdaya karena terganggu kesehatannya.

Dampak lain, lanjut Dion, sektor ekonomi dimana seseorang tidak bisa bekerja menghasilkan uang untuk kebutuhan hidup diri sendiri dan keluarga.

Dampak ikutan lainnya, ujar Dion, pada bidang pariwisata karena para wisatawan enggan datang atau menginap ke suatu daerah apabila daerah tersebut masih merupakan daerah endemis penyakit malaria.

 "Percuma pemerintah menggelar event pariwisata yang berskala besar seperti Festival Kelimutu ataupun penataan kawasan gunung meja sementara wisatawan enggan menginap di Kota Ende karena mereka takut terkena penyakit malaria,"kata Dion.

Dikatakannya, dari data yang ada menunjukan bahwa Kabupaten Ende masih merupakan daerah endemis penyakit malaria dengan menempati urutan ketujuh untuk provinsi serta menempati urutan pertama wilayah Flores.

Dion mengatakan, apa yang dilakukan di Kabupaten Sikka dengan melakukan gerekan bersama, hendaknya dapat menjadi contoh bagi daerah lain guna mengeleminasi penyakit malaria. (*)

Penulis: Romualdus Pius
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved