Bappenas Menggelar Kegiatan Ini di Undana Kupang

Catatan Bappenas, banyak daerah tertinggal di Indonesia. Khusus untuk NTT fokus untuk mendalami dua kabupaten ini

Bappenas Menggelar Kegiatan Ini di Undana Kupang
Istimwah
Rektor Undana Kupang, Prof. Ir Fredrik L.Benu (kiri) berbicara dalam seminar yang digelar Bappenas di Undana Selasa (31/10/2017) 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Maria A.E. Toda

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Republik Indonesia menggelar seminar akhir Evaluasi Kinerja Pembangunan Daerah (EKPD) "Pembangunan Daerah Tertinggal" di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Tahun 2017 di Ruang Aula Lantai Tiga Gedung Rektorat Undana, Selasa (31/10/2017).

Hal ini disampaikan Humas Undana David Sir saat ditemui Rabu (1/11/2017).

Dalam seminar tersebut ada dua daerah tertinggal di NTT yang dibahas yaitu Kabupaten Sabu Raijua dan Ende.

Kasub Direktorat Pemantauan, Evaluasi dan Pengendalian Pembangunan Daerah, Afwandi dalam sambutannya mengatakan, EKPD tahun 2017 ini sedikit berbeda, karena sebelumnya Bappenas bekerjasama dengan 37 Provinsi, sedangkan tahun 2017 ini Bappenas lebih fokus pada daerah-daerah yang tertinggal.

"Kita tahu banyak daerah yang tertinggal, namun kita dalami dua kabupaten tertinggal di NTT, selain 7 Provinsi lainnya," sebutnya.

Ia berharap, ada hal-hal yang bisa didalami, baik itu langkah-langkah konkrit yang dapat dilakukan untuk pengentasan kemiskinan di tahun 2019.

Sementara, tahun 2018, Bappenas akan menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah dan Panjang Nasional (RPJMPN).

Karena itu, hasil diskusi nanti diharapkan agar menjadi input dalam penyusunan RPJMPN. Ia mengaku, evaluasi yang dilakukan terlihat sangat sulit mencapai target yang ditetapkan, baik itu tentang evaluasi kebijakan pemerintah daerah dan bagaimana pusat-pusat pertumbuhan di NTT dan menyusun rekomendasi.

"Semuanya dilakukan terhadap apa yang akan dicapai. Yang diharapkan adalah satu sampai empat evaluasi di dua Kabupaten yaitu Sabu Raijua dan Ende secara mendalam," katanya.

Ia juga berharap, seminar tersebut dapat menjadi wahana interaksi dengan pemerintah kabupaten. (*)

Penulis: Maria Enotoda
Editor: Marsel Ali
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved