VIDEO: Menko Kemaritiman Pantau Tambak Garam Bipolo

Jika pengelolaan garam yang ada di NTT dilakukan secara baik dan berkualitas, maka NTT harus bisa menjadi Provinsi Garam.

Laporan Wartawan Pos-Kupang.com,  Edi Hayon

POS KUPANG.COM | OELAMASI - Menteri Koordinator (Menko) Kemaritiman RI, Luhut Binsar Panjaitan, mengapresiasi positif kehadiran proyek tambak garam di Desa Bipolo, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang.

Proyek garam ini memberi nilai tambah bagi warga dalam meningkatkan taraf hidupnya dan dampak ikutannya Indonesia tidak perlu mengimpor garam lagi dari luar negeri.

Untuk itu, Pemerintah Provinsi NTT melalui Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya diharapkan tetap memperhatikan proyek ini karena kualitasnya cukup baik dan menambah deretan daerah penghasil garam di Indonesia.

Jika pengelolaan garam yang ada di NTT dilakukan secara baik dan berkualitas, maka NTT harus bisa menjadi Provinsi Garam.

Luhut Binsar Panjaitan menyampaikan hal ini di hadapan para undangan dan ratusan pekerja tambak garam di Bipolo, Senin (30/10/2017).

Turut mendampingi Panjaitan, Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya, Ketua Komisi V DPR RI, Ir. Fari Dj Francis, unsur Forkompimda NTT, Direktur Utama PT Garam Indonesia, Budi Sasongko, dan para pejabat dari kementerian terkait juga pejabat dari Setda NTT.

Luhut mengatakan, kehadirannya di kawasan tambak garam Bipolo ini membawa misi khusus dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk melihat dari dekat proyek tambak garam di NTT.

Saat bertemu Presiden untuk menyampaikan informasi dirinya ke NTT, Presiden menyampaikan salam hanya kepada seluruh petani garam di Bipolo dan berpesan untuk tetap bekerja keras agar tambak garam ini ke depan berkembang maju. Pasalnya, pemerintah Indonesia punya target di tahun 2020 ini tidak boleh ada lagi impor garam dari luar negeri. 

Editor: Agustinus Sape
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved