Mengapa Pengajaran Tentang Bank Central Itu Penting. Ini Alasannya

Materi tentang Bank Central ternyata tidak gampang.Oleh karena ini, perlu melakukan hal seperti ini

Mengapa Pengajaran Tentang Bank Central Itu Penting. Ini Alasannya
Pos Kupang/Egy Moa
Ketua Yayasan Nusa Nipa, Drs.Sabinus Nabu (kiri/tenun ikat) disaksikan Wakil Rektor 1 Unipa, Dr.Gery Gobang (tengah) dan Kepala Perwakilan BI NTT, Naek Tigor Sinaga (kanan) menerima cinderamata buku bersisi mata uang RI dari Deputi Senior Gubernur Bank Indonesia, Mirza Adityaswara, dalam peresmian BI Corner di Gedung Perpustakaan Unipa, Sabtu (28/10/2017) 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Eugenius Mo'a

POS-KUPANG.COM| MAUMERE - Saat datang pertama kali ke Kampus Universitas Nusa Nipa (Unipa) Maumere, Deputi Senior Bank Indonesia (BI), Mirza Adityaswara merasa terkesan dengan perguruan tinggi ini.

Ia menawarkan pengajaran meteri tentang Bank Central dan bersedia memberikan pelatihan dan pembekalan kepada para dosen.

"Bank Indonesia bisa menjadi `trainning for trainners' untuk para dosen yang magang materi bank sentral. BI akan bantu pengayaan materi pengajarannya," kata Mizra meresmikan BI Corner di Gedung Perpustakaan Unipa, Sabtu siang (28/10/2017).

Mirza mengatakan, bila manajamen Unipa berminat dan serius untuk perkuliahan tentang bank sentral, BI akan meladeninya dengan kerjasama.

Menurut Mirza, ilmu bank sentral bukan sesuatu yang mudah dipelajari. Kehadiran BI Corner yang ketujuh di NTT dan 266 di seluruh Indonesia dalam rangka memudahkan penyampaian materi bank sentral.

Ia mengharapkan kehadiran BI Corner disertai aktivitas nyata yang membuat BI Corner lebih hidup.

"Lewat media sosial sudah kami lakukan. Tapi lebih bagus harus dengan `face to face' (tatap muka). Saya harapkan BI Corner harus diisi dengan aktivitas nyata supaya tidak mati. Kami akan lakukan kompetisi dari 266 BI Corner di seluruh Indonesia. Aktivitasnya yang dilombakan," kata Mirza.

Wakil Rektor I, Dr.Jonas Gery Gobang mengatakan, bantuan yang diberikan BI berupa 342 eksemplar buku dengan 161 judul beserta sarana penunjang lain berupa TV, komputer dan rak buku senilai Rp 91.812.500.

"Bantuan ini sebagai bukti negara hadir di tengah masyarakat di wilayah kepulauan. Tanda hadirnya negara bisa lebih dari pada ini. Sejak berdiri, Unipa terus berjuang mencerdaskan anak bangsa di Pulau Flores yang jauh dari fasilitas yang dibutuhkan untuk perkuliahan," kata Gery.

Halaman
12
Penulis: Eugenius Moa
Editor: Marsel Ali
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved