PosKupang/

Pabrik Petasan Terbakar, 47 Orang Meninggal, Untung Ada Pasukan Brimob Kalbar

Sebanyak 200 personel Brimob Kalbar ini baru tiba kemarin malam di Tangerang dan ditempatkan di dua lokasi.

Pabrik Petasan Terbakar, 47 Orang Meninggal, Untung Ada Pasukan Brimob Kalbar
ANTARA FOTO/MUHAMMAD IQBAL
Personel Kepolisian Polda Metro Jaya mengevakuasi jenazah korban kebakaran pabrik kembang api di Kosambi, Tangerang, Banten, Kamis (26/10/2017). Kebakaran yang diduga akibat dari ledakan salah satu tempat pembuatan kembang api yang baru beroperasi dua bulan ini menewaskan setidaknya 47 orang karyawan dan puluhan lainnya terluka bakar. 

POS-KUPANG.COM, JAKARTA - Proses penyelamatan karyawan pabrik petasan dan kembang api di Tangerang tidak lepas dari bantuan cepat 100 BKO Brimob Polda Kalimantan Barat.

Mereka dipimpin AKBP Raymond M Masengi.

Sebanyak 200 personel Brimob Kalbar ini baru tiba kemarin malam di Tangerang dan ditempatkan di dua lokasi.

Sebanyak 100 personel di Polsek Benteng Tangerang dan di Polsek Teluk Naga.

Brimob yang bertugas Polsek Teluk Naga tinggal di sebuah GOR di dekat pabrik mercon atau petasan PT Panca Buan Cahyadi, Kompleks Pergudangan 99, Jalan Salembaran Jati, Desa Cengklong, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, Kamis (26/10/2017) pagi.

AKBP Raymond M Masengi mengisahkan pada pukul 09.00 WIB, setelah melaksanakan apel pagi, satu kompi personel tengah disiapkan untuk menggelar patroli.

AKBP RAYMOND M MASENGI
AKBP RAYMOND M MASENGI (KompasTV)

Pada saat mempersiapkan itu, menurut AKBP Raymond M Masengi, tiba-tiba terdengar suara kencang rentetan ledakan seperti suara tembakan.

"Dan setelah kita lihat ternyata ada ledakan besar. Di situ kami baru tahu terjadinya kebakaran. Persis dekat kita tinggal," kisah AKBP Raymond M Masengi, saat diwawancarai Kompas TV dalam program Breaking News, Kamis (26/10/2017) malam.

Pada saat itu, 100 personil Brimob berusaha mendekat ke lokasi kejadian perkara di Kompleks Pergudangan 99, Jalan Salembaran Jati, Desa Cengklong, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang.

"Karena posisinya terkunci, kami tahu ada banyak karyawan di dalam," ucap AKBP Raymond M Masengi.

Halaman
123
Editor: agustinus_sape
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help