PosKupang/

Benahi Drainase Kota Kupang

Akibatnya, kendaraan roda dua dan roda empat yang datang dari arah Timur seperti Penfui dan Liliba tidak bisa melintas

Benahi Drainase Kota Kupang
POS KUPANG/GORDI DONOFAN
Air yang tergenang dipertigaan Oebufu, Kota Kupang 

POS KUPANG.COM - Hari Sabtu dan Minggu (21-22 Oktober 2017), Kota Kupang diguyur hujan lumayan lebat. Warga kota ini tentu gembira setelah lama menanti hujan turun.

Tetapi kegembiran warga akhirnya berubah sebel karena saat hujan turun, air dari drainase meluap ke badan jalan karena saluran air tertutup sampah dan tanah.

Saat hujan turun air meluap ke badan jalan karena drainase rusak dan dipenuhi sampah. Tidak hanya itu, sampah-sampah yang ada di saluran air dan pinggir jalan berserakan di badan jalan sehingga menganggu para pengendara roda dua dan roda empat.

Tidak hanya sampah berserakan di badan jalan yang membuat wajah kota ini kotor, air menggenang pada sejumlah badan jalan sehingga kendaraan tidak bisa lewat. Seperti di ruas Jalan Frans Seda, tepatnya di depan Kantor DPD I Partai Golkar NTT, air menggenang di ruas jalan itu sejak siang hingga malam hari.

Akibatnya, kendaraan roda dua dan roda empat yang datang dari arah Timur seperti Penfui dan Liliba tidak bisa melintas di ruas jalan itu. Arus kendaraan beralih ke jalan menuju Hotel Emily disamping Timur kantor DPD I Golkar NTT.

Tidak hanya di ruas jalan Frans Seda, tapi kenyataan hampir sebagian ruas jalan di Kota Kupang, baik jalan berstatus jalan kota/kabupaten dan jalan provinis maupun jalan negara belum dilengkapi sistem drainase yang memadai. Kalaupun sudah ada drainase, tapi ada drainase yang tidak berfungsi karena rusak dan tidak diperbaiki.

Selain rusak, ada juga saluran air yang tidak berfungsi karena dipenuhi sampah yang dibuang oleh warga karena tidak ada tempat penampungan sementara sampah. Bahkan, ada tumpukan sampah pada drainase yang sudah padat sehingga ketika hujan turun air hujan yang mengalir di selokan meluap ke badan jalan dan sampah pun ikut berserakan di badan jalan.

Fakta ini bisa kita lihat di ruas jalan Bundaran PU di wilayah TDM (Tuak Daun Merah), saat hujan turun air meluap di badan jalan karena tidak ada drainase. Fakta ini menggugah Pemerintah Provinsi NTT dan Pemerintah Kota Kupang untuk segera berkoordinasi membangun dan memperbaiki drainase pada sejumlah ruas jalan di Kota Kupang.

Masyarakat kota ini sangat berharap agar pemerintah lebih peduli pada kondisi yang ada saat ini. Meskipun hujan yang turun pada Sabtu dan Minggu lalu bukan berarti musim penghujan sudah tiba, tetapi lebih baik jika jauh-jauh hari pemerintah segera memperbaiki drainase yang rusak.

Untuk itu, maka sangat penting koordinasi antara Pemerintah Provinsi NTT dalam hal ini Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman NTT dengan Pemerintah Kota Kupang untuk bicarakan bersama mencari solusi memperbaiki drainase pada ruas jalan di kota ini. *

Penulis: PosKupang
Editor: Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help