Saat Demo di Depan Mapolres Ende Gertak Minta Copot Kapolres

Ini tuntutan dari peserta demo terkait dengan dugaan gratifikasi yang melibatkan oknum anggota DPRD Ende

Saat Demo di Depan Mapolres Ende Gertak Minta Copot Kapolres
Pos KUpang/Romualdus Pius
Gertak Saat Melakukan Aksi Demo di Simpang Lima Bandara Ende, Rabu (25/10/2017) 

Menurut Gretak Polres Ende diduga tidak serius menuntaskan proses hukum dalam kasus ini karena dalam beberapa kesempatan Kapolres Ende menyatakan bahwa kasus ini tidak ditemukannya kerugian negara dengan alasan uang yang diterima oleh anggota DPRD Ende sudah dikembalikan ke PDAM Ende.

Pernyataan ini cukup menjadi bukti bahwa Kapolres Ende sedang tidak tunduk dan taat pada Undang-Undang Tipikor No 20/2001 pasal 4 yang menjelaskan bahwa pengembalian kerugian keuangan negara tidak menghapuskan tindak pidana korupsi.

Enam kali berdemonstrasi ke Kepolisian Resos Ende, tidak sekalipun Kapolres Ende mau hadir dan menemui massa Aksi, Kapolres Ende selalu tidak berada di tempat saat massa aksi datang meminta pertanggungjawaban akan kasus dugaan gratifikasi ini.

Apa sebenarnya yang terjadi dengan Kapolres Ende? Mestikah kita lantas menuduh bahwa Kapolres Ende tidak dapat menjalankan tugas dan fungsinya secara baik menduga Kapolres sudah makan sogok?

Semoga saja tidak ! untuk itu, kami berharap, selesaikan tugas anda menuntaskan kasus ini sebelum anda meninggalkan Kabupaten Ende.

Oleh karena itu Gerakan Rakyat Anti Korupsi (GERTAK) menuntut agar menuntaskan proses hukum dugaan gratifikasi yang dilakukan oleh Dirut PDAM dan 7 oknum DPRD Ende serta mencopot Kapolres AKBP Ardiyan Mustaqim.

Namun demikian saat melakukan aksi demo di depan Mapolres Ende massa aksi tidak sempat bertemu dengan Kapolres Ende karena Kapolres Ende, AKBP Ardiyan Mustaqim sedang berada di luar daerah.

Usai berdemo di depan Mapolres Ende massa aksi melanjutkan aksi mereka di simpang lima Bandara Ende dengan mengusung tema yang sama yakni soal gratifikasi. (*)

Penulis: Romualdus Pius
Editor: Marsel Ali
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved