Berita Timor Rote Sabu

Ombudsman NTT Bilang Dirjen Dukcapil Jangan Hanya Sidak Melulu ke Kota Kupang

saat ini sejumlah mesin perekam KTP di sejumlah kecamatan sudah rusak sejak bertahun tahun

Ombudsman NTT Bilang Dirjen Dukcapil Jangan Hanya Sidak Melulu ke Kota Kupang
POS KUPANG
Darius Beda Daton, Kepala Perwakilan Ombudman NTT 

Laporan Wartawan Pos Kupang.Com, Novemy Leo

POS-KUPANG.COM | SOE -- Dirjen Dukcapil jangan hanya melakukan sidak dan menyalahkan dukcapil daerah. Karena persoalan yang dialami daerah tidak melulu terjadi karena kesalahan daerah.

Kepala Ombudsman Perwakilan NTT, Darius Beda Daton, SH mengatakan, permasalahan lamanya pencetakan blangko KTP milik warga Kota Kupang, tidak melulu karena kesalahan Dukcapil Kota Kupang namun dukcapil pusat juga punya andil.

Darius mencontohkan, saat ini sejumlah mesin perekam KTP di sejumlah kecamatan sudah rusak sejak bertahun tahun. Dan yang masih dalam kondisi baik hanya di Kecamatan Oebobo.

sementara itu kemampuan mesin pencetak KTP di Dukcapil Kota Kupang pun hanya bisa mencetak KTP sebanyak 60 ktp per hari.

"Kerusakan mesin perekam KTP di sejumlah kecamatan di Kota Kupang itu tidak bisa diperbaiki oleh Pemkot Kupang karena mesin itu milik dukcapil pusat dan belum dihibahkan ke Pemkot Kulang. Jadi Pemkot Kupang tidak bisa mengeluarkan uang untuk memperbaikinya," kata Darius, Selasa (24/10/1017).

Jadi kapan pusat mengeluarkan dana untuk memperbaiki barulah mesin itu bisa dipwebaiki dan difungsikan. Atau kapan vendor datang memperbaiki barulah mesin itu bisa berfungsi. "Jika ada mesin yang yang rusak maka pihak vendor harus datang memperbaikinya. Bayangkan kalau mesin di seluruh Indonesia rusak di beberapa tempat lalu teknisi hanya 1 atau 2 orang tentu harus antri," kata Darius.

Masalah lain, kata Darius, kekosongan blangko KTP. Kalau blangko KTP habis tentunya pihak kota kabupaten harus berkordinasi dengan Dukcapil pusat.

"Dukcapil pusat juga harus menyiapkan blangko KTP sebanyak mungkin. Karena kalau blangko habis tentu harus diambil di puaat tapi kalau dari sini ke pusat lalu disana blangko juga habis maka tentu pelayanan KTP tidak bisa dilakukan. (*)

Penulis: omdsmy_novemy_leo
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help