Kanker Dalam Angka, Ini Kondisi di RSUD Prof Dr W Z Johannes Kupang

Ini penjelasan dari Direktur RSUD Prof W.Z. Johannes Kupang terkait pengidap kanker yang meningkat setiap tahun

Kanker Dalam Angka, Ini Kondisi di RSUD Prof Dr W Z Johannes Kupang
Pos Kupang/Andri Atagoran
Ketua YKI NTT, Lusia Adinda Lebu Raya saat memberikan sambutan dalam kegiatan pelatihan perawatan pasien paliatif kanker di rumah di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prof Dr W Z Johannes Kupang, Rabu (25/10/2017) 

Laporan Reporter Pos Kupang, Andri Atagoran

POS KUPANG.COM, KUPANG - Direktur RSUD Prof Dr W Z Johannes Kupang, drg Dominggus Mere mengatakan, data yang dihimpun di RSUD Prof Dr W Z Johannes Kupang menunjukan jumlah kunjungan pasien pengidap kanker semakin tahun semakin meningkat.

"Pada 2015 baru 240 kali kunjungan, meningkat di tahun 2016 menjadi 910 kunjungan, dan di tahun 2017 sampai Oktober saat ini sudah 860 kunjungan pasien pengidap kanker," kata Dominggus saat membuka kegiatan pelatihan perawatan pasien paliatif kanker di rumah di RSUD Prof Dr W Z Johannes Kupang, Rabu (25/10/2017).

"Kita prediksikan hingga akhir tahun 2017 bisa mencapai angka 1000 kunjungan," lanjutnya.

Oleh karena itu, kata Dominggus, sebagai rumah sakit rujukan di NTT, RSUD Prof Dr W Z Johannes Kupang melakukan penataan unit onkologi dan kemoterapi menjadi unit pelayanan kesehatan unggulan.

"Kami sangat mengharapkan dukungan dari pemerintah provinsi NTT maupun DPRD Provinsi NTT dalam mendukung usaha-usaha untuk meningkatkan pelayanan kesehatan," kata Dominggus.

Ketua YKI NTT, Lusia Adinda Lebu Raya mengatakan, satu di antara kendala dalam mewujudkan deteksi dini pengidap kanker di NTT adalah kecenderungan kaum perempuan NTT dalam melakukan pemeriksaan.

"Kadang-kadang ibu-ibu juga tidak mau melakukan pemeriksaan karena takut akan sesuatu," kata Lusia.

"Peluang penyebaran penyakit kanker sangat tinggi sehingga jika bisa terdeteksi secara dini tentu hal ini akan mudah untuk diobati secara medis," lanjutnya.

Di NTT, kata Lusia, kasus kanker payudara dan kanker serviks sangat banyak terjadi di hampir semua lapisan masyarakat.

"Berbagai upaya kami lakukan terlebih pada upaya promotif dan preventif tanpa mengabaikan kuratif dan Rehabilitatif. Keberadaan YKI di NTT haru bisa membantu pasien agar lebih optimis dalam menghadapi penyakit kanker," kata Lusia. (*)

Penulis: Andri Atagoran
Editor: Marsel Ali
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help