Ini Kegiatan-Kegiatan YKI NTT Selama Bulan Kanker

Ini salah satu kegiatan Yayasan Kanker Indonesia di Kupang yang mendapat perhatian serius dari peserta

Ini Kegiatan-Kegiatan YKI NTT Selama Bulan Kanker
Pos Kupang/Andri Atagoran
Pelatihan perawatan pasien paliatif kanker di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prof Dr W Z Johannes Kupang, Rabu (25/10/2017) 

Laporan Reporter Pos Kupang, Andri Atagoran

POS KUPANG.COM, KUPANG - Sebanyak 160 peserta mengikuti pembukaan kegiatan pelatihan perawatan pasien paliatif kanker di rumah di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prof Dr W Z Johannes Kupang, Rabu (25/10/2017).

Kegitatan tersebut digelar dalam rangka pencanangan bulan kanker serviks dan kanker payudara.

Peserta yang terdiri dari tenaga kesehatan dan tenaga pelaku rawat (caregiver) dari berbagai rumah sakit di daratan Pulau Timor tersebut tampak antusias mengikuti kegiatan ini.

Ketua Panitia Program Bulan Kanker, Dokter Unedo SpOG K Onk mengatakan, Kegiatan ini merupakan kerjasama antara PT Garuda Indonesia dan Yayasan Kanker Indonesia (YKI).

"YKI menjadikan Bulan Oktober sebagai bulan pencegahan dan deteksi dini kanker serviks dan payudara," kata Unedo.

Unedo menambahkan, ada tujuh kegiatan terkait yang digelar selama bulan Oktober.

"Beberapa di antaranya adalah talkshaw, sosialisasi saat CFD di Jalan El Tari, penyuluhan untuk SMA dan SMK, serta pemeriksaan Inveksi infeksi visual dengan asam asetat (IVA) dan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI)," kata Unedo.

Sementara itu, Direktur SDM dan Umum PT Garuda Indonesia, Linggarsari Soeharso mengatakan, sebagai BUMN PT Garuda Indonesia tidak hanya berorientasi pada kepentingan bisnis semata.

"Garuda Indonesia merasa terpanggil untuk memberikan perhatian pada kegiatan sosial kemasyarakatan," kata Sari.

Sari menambahkan, perkembangan bisnis Garuda Indonesia selama ini tidak terlepas dari dukungan masyarakat Indonesia.

"Menurut data kami, di Indonesia kanker merupakan masalah yang serius dan patut diwaspadai. Hampir semua kanker ditemukan pada stadium lanjut sehingga angka kesembuhan dan angka harapan hidup pada pasien sangat kecil. Pasien dengan kondisi ini memerlukan perawatan paliatif," kata Sari. (*)

Penulis: Andri Atagoran
Editor: Marsel Ali
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help