PosKupang/

FirmanMu Kupang Jujur

Tidak ada ambisi dalam artikel ini untuk menelaah kedelapan program strategis itu. Artikel ini hanya memberikan

FirmanMu Kupang Jujur
POS KUPANG/OBY LEWANMERU
Walikota Kupang, Jefri Riwu Kore saat berdialog dengan pedagang di Pasar Kasih Naikoten I Kupang, Kamis (5/10/2017). 

Oleh: JB Kleden
ASN Kanwil Kementerian Agama NTT

POS KUPANG.COM - Laporan khusus Pos Kupang (Jumat, 20/10/2017) mengungkapkan kiprah Walikota Kupang Jefri Riwo Kore dan Wakil Walikota Kupang, Herman Man dalam mengurai benang kusut pembangunan kota Kupang.

Kiat mengurai benang kusut ini tertuang dalam 8 Program Strategis mereka yang meliputi, Kupang Jujur, Kupang Cerdas, Kupang Sehat, Kupang Makmur, Kupang Hijau, Kupang Budaya, Kupang Berprestasi dan Kupang Rukun dan Aman.

Tidak ada ambisi dalam artikel ini untuk menelaah kedelapan program strategis itu. Artikel ini hanya memberikan apresiasi atas sebuah agenda, yang hemat penulis menjadi kunci keberhasilan pemerintahan Jefri Riwu Kore dan Herman Man membangun Kota Kupang.

Bahkan bukan tidak mungkin, mereka akan dikenang selamanya dengan agenda ini, jika mereka sungguh-sungguh mewujudkannya.

***
KUPANG JUJUR. Ada ketertegunan membaca pernyataan ini. Pasangan Walikota dan Wakil Walikota periode 2017-2022 yang dilantik Selasa, 22 Agustus 2017 itu, menempatkan kejujuran pada urutan teratas program strategis mereka.

Rumusan ini tentu bukan lahir begitu saja. Menempatkan kujujuran sebagai salah satu program prioritas mengungkapkan adanya kesadaran yang mendalam dari Walikota dan Wakil Walikota bahw , ketidakjujuran merupakan benang kusut dalam pembangunan kota Kupang selama ini yang perlu segera diurai.

Ini sesuatu yang sungguh luar biasa, jua mengharukan. Karena itu patut diapresiasi. Betapa tidak. Jarang kita temukan para pemimpin, politisi dan elite, dengan jujur mengakui bahwa masalah mendasar yang membuat bangsa kita terperosok adalah ketidak-jujuran.

Dalam berbagai kesempatan kita selalu mendengar para pemimpin, politisi dan elite, dengan lantang mengidentifikasikan bahwa problem pembangunan kita adalah krisis multidimensional: KKN, moral, kekerasan, terorisme, pelanggaran HAM dan sebagainya. Tetapi benarkah semua itu akar masalah kita? Jika krisis multidimensional itu adalah akar persoalan, tentulah sudah bisa diatasi.

Berulang-ulang krisis multidimensi itu diwacanakan, dipidatokan, di kalangan pemimpin, politisi dan elite, namun sampai saat ini tetap menjadi permasalahan yang tak terselesaikan malah semakin kuat mengakar dan menggurita dalam kehidupan kita.

Halaman
123
Editor: Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help