PosKupang/

Tahun Politik, Orang Muda dan Jebakan Parsial

Mereka menjadi alat dari partai politik untuk merealisasikan kepentingan politik, sesuai dengan agenda politik yang menjadi tempat

Tahun Politik, Orang Muda dan Jebakan Parsial
NET
ilustrasi 

Oleh: Inosentius Mansur
Pembina di Seminari Ritapiret, Maumere

POS KUPANG.COM -- Tidak lama lagi, kita akan memasuki tahun politik; mulai dari Pilpres, Pilkada dan Pileg. Seiring dengan semakin dekatnya tahun politik itu, elite-elite politik pun mulai melakukan manuver dan konsolidasi politik.

Mereka menjadi alat dari partai politik untuk merealisasikan kepentingan politik, sesuai dengan agenda politik yang menjadi tempat mereka bernaung. Sebagai bagian dari negara demokrasi, hal seperti ini (manuver dan konsolidasi) merupakan hal wajar dan patut kita beri apreasiasi.

Namun demikian, tak dapat disangkal lagi bahwa manuver dan konsolidasi elite-elite politik itu acapkali memakai cara-cara yang nirpolitik. Mereka seringkali mendekonstruksi esensi politik demi mencapai hasrat parsial. Alhasil, rakyat menjadi obyek yang dikorbankan.

Salah satu kelompok masyarakyat yang seringkali menjadi korban pragmatisme politik mereka adalah orang-orang muda atau yang seringkali disebut generasi milenial. Alih-alih diberi edukasi politik, orang muda malah menjadi "kekuatan destruktif" yang dipakai sebagai alat untuk memenuhi kepentingan politik jangka pendek.

Jebakan Parsial

Harus diakui bahwa dalam konteks perpolitikan nasional kita sekarang, eksistensi orang muda atau generasi milenial telah menjadi kekuatan alternatif serentak solutif.

Kecakapan dalam membangun komunikasi melalui media sosial, kecerdasan dalam melakukan mobilisasi melalui ruang publik dalam bentuk opini, skeptisime dan optimisme; merupakan beberapa keunggulan orang muda yang tidak boleh dipandang sebelah mata. Efek signifikan kehadiran mereka dalam praksis perpolitikan nasional telah mewarnai dan bisa mempengaruhi konstelasi serta visi dan misi politik kebangsaan.

Meskipun diakui juga bahwa seringkali mobilisasi yang mereka lakukan terkesan sporadis dan terfragmentasi, tetapi perlu diingat "konsolidasi" politik ala orang muda amat masif, ekspansif dan acapkali efektif.

Bahkan selama ini, mereka juga menjadi agen sosial yang mengefektifkan public relations, yaitu kelompok orang yang bisa menyampaikan ide atau gagasan kepada masyarakat (Arifin, 2011).

Halaman
123
Editor: Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help